Santri Militan Jokowi Lakukan Ini Untuk Keutuhan NKRI

Politik  SENIN, 16 JULI 2018 , 08:57:00 WIB

Santri Militan Jokowi Lakukan Ini Untuk Keutuhan NKRI

NET

RMOLSumsel. Demi keutuhan NKRI dan kedamaian Pilpres 2019, Santri Militan Jokowi (Samijo) menggelar dzikir dan doa bersama.

"Kami ingin semua elemen bangsa bersatu. Tidak terpecah-pecah oleh provokasi yang bernuansa SARA di Pilpres nanti. Khusus umat Islam, sekaranglah momentum untuk mempertahankan keamanan dan perdamaian negara," tutur koordinator I Samijo Kabupaten Pangandaran, Ustadz Yana, seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Dihelat Minggu pagi (15/7), kegiatan doa dan dzikir bersama ini dipusatkan di Kecamatan Cigugur, Pangandaran, Jawa Barat. Sedikitnya seribuan orang memadati area dzikir dan doa untuk NKRI tersebut. Mereka terlihat khusyuk memanjatkan doa demi kebaikan bagi bangsa dan negara.

Para peserta ini berasal dari berbagai latar belakang. Ada masyarakat umum, santri, para pimpinan pondok pesantren, hingga tokoh masyarakat di wilayah Pangandaran.

Pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini sangat bagus. Kami juga gembira karena respon luar biasa ditunjukan oleh publik. Semua pasti menginginkan Pilpres yang damai,” terangnya lagi.

Ustadz Yana menambahkan, selain pesan damai, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai halal bi halal. Ajang pertemuan dan menjalin ukhuwah bagi para ulama, termasuk elemet umat Islam yang terlibat dalam deklarasi Samijo.

"Kegiatan ini sangat luas maknanya. Semua bisa bersilaturahmi di sini, sembari bersyukur atas kegiatan Pilkada serentak yang lancar. Pelaksanaannya juga aman dan damai. Suasana kondusif ini tentu harus terus dipertahankan hingga Pilpres 2019 nanti," lanjutnya.

Hanya, tambah dia, Samijo merasa prihatin adanya upaya untuk memperkeruh suasana dengan meniupkan isu suku, agama, dan ras ke ranah politik.

Ustadz Yana menjelaskan, upaya kampanye negatif dengan melibatkan SARA harus dikikis. Bangsa ini jangan sampai dipecah belah hanya karena kepentingan kekuasaan dari kelompok tertentu.

"Keutuhan NKRI harus diutamakan. Politik yang mengatasnamakan SARA harus dilawan. Siapapun harus menghormati jasa para pendiri bangsa. Mereka itu sudah berjuang dan berdarah-darah untuk mendirikan negara ini. Sudah menjadi tugas kita untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan dari bangsa juga negara ini," tuturnya.

Melalui kegiatan Dzikir dan Doa untuk NKRI, Samijo pun berharap besar kepada para politikus yang terjun dalam konstelasi Pilpres tetap mengedepankan politik santun dan sehat. Lalu, sikap fair dikedepankan dengan tidak meniupkan hoaks untuk menjatuhkan karakter dari lawan politiknya.

"Rasa kebangsaan harus dijaga. Ini adalah identitas dari maysarakat Indonesia,” tegasnya.

Hal senada diutarakan koordinator II Samijo Kabupaten Pangandaran Wowo Kustiwa. Menurut dia, pesan moral lain yang ingin ditiupkan Samijo adalah menjaga soliditas ulama dan umara. Keduanya harus saling bersinergi untuk menumbuhkan soliditas.

Sebagai relawan, kata dia, Samijo juga turut mendoakan Jokowi. Bagi Samijo, rapor dan kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi secara umum juga sangat positif.

"Doa keselamatan bagi Pak Jokowi selaku umar, sekaligus mendoakan Bangsa Indonesia agar selalu baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Indonesia menjadi negeri yang subur, makmur, adil dan aman. Di mana yang berhak mendapatkan haknya, lalu yang berkeajiban melaksanakan kewajibannya. Diberi anugerah atas kebaikannya," tutur Wowo.[sri]






Komentar Pembaca