Gandeng Cak Imin, Pengamat: Jokowi Berisiko ...

Politik  SABTU, 14 JULI 2018 , 14:34:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Gandeng Cak Imin, Pengamat: Jokowi Berisiko ...

Jokowi-Cak Imin-Sekjen PKB/RMOLSumsel-yosep

RMOLSumsel. Di Palembang hari ini, Sabtu (14/7), Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampil sangat mesra dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Kemesraan ini dinilai sebagai isyarat bahwa Jokowi akan menggandeng Cak Imin jadi cawapresnya di Pilpres 2019.

Tidak itu saja. Saat meninjau Venues Asian Games 2019 di Jakabaring Sport City (JSC), bukan hanya Ketua Umum PKB yang juga Wakil Ketua MPR RI itu hadir. Sekjen PKB Abdul Kadir Karding juga hadir, di samping Menpora yang memang kader PKB.

Oleh Ketua DPC PKB Kota Palembang Sutami, kemesraan Jokowi-Cak Imin pagi ini dipandang sebagai sinyal bahwa keduanya akan berpasangan di Pilpres 2019. Sinyal itu diperkuat dengan joke-joke yang dilontarkan Presiden Jokowi dan Cak Imin mengenai cawapres.

"Meski tidak dilontarkan secara resmi. Pertemuan hari ini jadi sinyal yang diberikan seluruh kader PKB yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya di Kota Palembang," ungkapnya.

Terkait rencana pasangan tersebut pada Pilpres 2019, PKB Palembang  siap menggerakkan mesin politik bersama kader dan simpatisan Cak Imin melalui Posko C1nta, untuk memenangkan pasangan Jokowi-Muhaimin Iskandar (JOIN) di Pilpres 2019.

"DPC PKB Palembang mendukung penuh duet Jokowi-Cak Imin atau JOIN pada Pilpres 2019. Kami akan bekerja keras,  sama seperti kami memenangkan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Palembang 2018," tambah Sutami.

Sementara itu di Jakarta, Pengamat politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan Jokowi lebih gampang jika menggandeng cawapres dari luar parpol. Jika dari sisi nonpartai, siapa pun yang berpasangan dengan Jokowi dan diasumsikan menang, maka wapres itu berpeluang menjadi Capres 2024.

"Sedangkan jika mengambil cawapres dari parpol, Jokowi akan mempertimbangkan elektabilitas calon ini," kata Emerus seperti dikutip dari JPNN.

Karena, lanjut dia,  kalau dilihat elektabilitas masih di bawah 50 persen yang berarti posisi Jokowi belum aman. Karena itu pasangan cawapres sangat penting untuk meningkatkan elektabiltias Jokowi.

Lebih lanjut Emrus mengatakan, Jokowi juga mempertimbangkan jumlah presidential threshold (PT) dalam memutuskan cawapres.

 "Oleh karena itulah Pak Jokowi bisa mempertimbangkan dari partai untuk memenuhi kuota tersebut," katanya.

Dia melihat, saat ini partai pemilik kursi banyak yang merapat ke Jokowi adalah Partai Golkar. Namun, ujar Emrus, yang menjadi pertanyaan apakah parpol lain di koalisi pengusung setuju andai Jokowi dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Ini menjadi satu dinamika. Karena itu, kepentingan politik jangka pendek yaitu elektabilitas, pemenuhan syarat menjadi calon, dan jangka menengah yakni pemilu 2024 akan jadi pertimbangan. Bisa jadi titik temunya nanti calon dari nonpartai," kata Emrus.

Lantas siapa yang memikat hati Jokowi? Emrus mengatakan, secara realitas politik Jokowi tidak bisa menentukan sendiri cawapresnya. Ini mengingat pasangan calon itu tidak diusulkan secara independen, melainkan lewat partai atau gabungan partai.

Dia menegaskan Jokowi pasti mendengar kepentingan-kepentingan partai. Oleh karena itu tak hanya sekadar siapa yang memikat Jokowi.

"Tapi juga siapa yang diikatkan ke hati Pak Jokowi dari partai-partai pendukung, karena bagaimanapun parpol pasti mempertimbangkan kepentingan-kepentingan politik mereka," tandas direktur EmrusCorner itu. [ida]

Komentar Pembaca
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00