Inalum Akhirnya Sukses Caplok 51% Saham Freeport

Ekonomi  JUM'AT, 13 JULI 2018 , 08:35:00 WIB

RMOLSumsel. Freeport-McMoRan Inc. (FCX) selaku induk usaha PT Freeport Indonesia (PTFI), akhirnya menyerah. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu, akhirnya mau melepas 51 persen saham anak usaha ke PT Indonesia Asahan Aluminium.
Kemarin, Inalum secara resmi menandatangani pokok-pokok kesepakatan divestasi saham dengan Freeport-McMoRan Inc.(FCX) yang merupakan induk usaha Freeport Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin dan Presiden FCX Richard Ad­kerson di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin.

Penandatanganan disaksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Menteri Kehu­tanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.

Menkeu mengatakan, pen­andatanganan ini merupakan langkah maju dan strategi men­ingkatkan kerja sama dengan Freeport dan FCX. Dengan pen­andatanganan ini, telah dicapai proses divestasi antara Inalum dan Freeport.

"Diharapkan partnership ini mampu meningkatkan kualitas di dalam operasi, dan men­ingkatkan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia dan Papua khususnya," kata Sri Mulyani.

Sebelum ditekennya pokok-pokok kesepakatan ini, kata dia, pemerintah Indonesia dan FCX sebelumnya sudah melakukan konsolidasi terkait hal ini. Ter­masuk kesepakatan perpanjangan kontrak yang saat ini ditetapkan bisa mencapai 2x10 tahun.

Dalam pengelolaan, Free­port juga mendapat Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), dan bukan lagi bentuk kontrak karya. "Dalam kesepakatan ini, kedua belah pihak juga meny­etujui pembangunan smelter atau pemurnian hasil tambang yang pembangunannya segera dilakukan," katanya.

Menteri BUMN Rini Soemarno menambahkan, melalui pen­guasaan mayoritas saham Free­port, pemerintah mengharapkan perusahaan AS itu bisa dikelola sebaik-baiknya secara menye­luruh untuk Indonesia dan Pap­ua. "Dengan pengelolaan oleh BUMN, Freeport harus punya program meningkatkan ekonomi masyarakat Papua," ujar Rini.

Rini juga menargetkan, pengambilalihan saham Freeport tersebut ditargetkan terjadi pada akhir Juli 2018. "Saya sih target­nya akhir bulan," katanya.

Dia menjelaskan, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar 3,85 miliar dolar AS atau sekitar Rp 53,9 triliun untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di Tam­bang Grasberg. Selain itu, dana tersebut juga dibutuhkan untuk membeli 9,36 persen saham PT Indocopper Investama yang dimiliki Freeport McMoRan.

Menteri ESDM Ignasius Jo­nan berharap, pembangunan smelter bisa lebih cepat.

"Stabilitas investasi bisa segera selesai dan kami di Ke­menterian ESDM juga akan menuntaskan yang menjadi tugas kita," ujar Jonan.

Presiden dan Chief Executive Officer Freeport-McMoran Inc Richard Adkerson menyambut baik kerja sama ini. Apalagi, pemerintah juga menyepakati keberlangsungan operasi PT Freeport Indonesia hingga 2041 dengan mekanisme yang akan didetailkan lebih lanjut.

Menurut dia, perpanjangan izin operasi akan memberikan jaminan bagi investasi bernilai miliaran dolar dan kepastian bagi seluruh pemegang saham Freeport, karyawan, masyarakat Papua, pemasok dan kontraktor, serta seluruh pemangku kepent­ingan. "Freeport-McMoRan tetap berkomitmen untuk kesuksesan Freeport Indonesia," kata Adk­erson.

Perpanjangan operasi ini akan meningkatkan manfaat secara signifikan bagi Pemerintah In­donesia di masa mendatang. "Dengan kepastian investasi dan operasi hingga tahun 2041, kami memperkirakan manfaat lang­sung kepada pemerintah pusat dan daerah, serta dividen kepada Inalum dapat melebihi 60 miliar dolar AS," imbuh Adkerson.

Presiden Jokowi mengatakan, divestasi saham oleh BUMN hingga 51 persen merupakan sebuah lompatan. Dengan dica­ploknya saham Freeport terse­but, penerimaan pajak hingga dividen bisa lebih besar.

"Ini sebuah lompatan dan kita harapkan nanti akan mendapat­kan income yang lebih besar, baik dari pajak, royalti, dividen, dari retribusi. Sehingga nilai tambah komoditas tambang bisa dinikmati oleh kita semua," kata Jokowi. [sri]






Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00