Ternyata Kehidupan Zohri Cukup Menyedihkan

Ragam  KAMIS, 12 JULI 2018 , 21:23:00 WIB | LAPORAN: RAHMAD RAMLI

Ternyata Kehidupan Zohri Cukup Menyedihkan

net

RMOLSumsel. Nama Lalu Muhammad Zohri kini mulai dikenal luas sebagai orang pertama Indonesia yang menjadi juara di kejuaraan atletik lari 100 meter U-19 di Finlandia. Usia Zohri yang masih 18 tahun diprediksi bakal meraih banyak kesuksesan.

Selain ucapan selamat dan sukses dari Presiden Jokowi, kini mulai berdatangan sambutan dari berbagai pihak termasuk ada yang langsung menawarinya menjadi PNS.

Namun siapa sangka di balik suksesnya ada kisah yang menyedihkan di kehidupan Zohri karena dia dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Bukan itu saja, Zohri nyaris gagal berangkat karena tidak surat-menyurat.

"Dia hampir nggak berangkat, karena dia yatim piatu, saya yang kerja keras karena dia hampir nggak dapat visa," kata Ketua Umum PB PASI Bob Hasan saat ditemui di kantor Menko PMK, Jakarta, Kamis (12/7).

Menurut pria yang pernah menjadi menteri di era Orde Baru, keberhasilan Lalu sudah diprediksi olehnya dari awal. Sebab, sebelumnya dia meraih prestasi di kejuaraan junior Asia.

"Dia baru Jadi juara di kejuaraan Asia. Dia kalahin Jepang, Thailand, dan Malaysia, jadi ya," ungkap Bob.

Ternyata kehidupan Zohri serba kekurangan. Dari kecil ia tinggal bersama orangtuanya di sebuah rumah sangat sederhana di Dusun Karang Pangsor, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Kedua orang tua Zohri sudah meninggal yaitu almarhum Lalu Ahmad Yani dan almarhumah Saeriah.

Karena belum cukup uang, hingga kini Zohri belum sempat memperbaiki rumah peninggalan orangtua. Namun keinginannya itu mulai terkabul.

Bupati Lombok Utara, H. Najmul Ahyar berjanji memperbaiki rumah Zohri, begitu mendengar latar belakang Zohri yang berasal dari keluarga tidak mampu. Selain memperbaiki rumah, Najmul juga mempertimbangkan untuk merekrut Zohri sebagai calon pegawai negeri sipil.

Lalu Muhammad Zohri mengharumkan nama Indonesia setelah menjuarai lari 100 meter putra U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, Rabu malam, 11 Juli 2018 waktu setempat. Berdasarkan rilis Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Zohri berhasil melewati garis finis dengan catatan waktu 10,18 detik.

Zohri mengalahkan dua atlet Amerika Serikat Schwartzyang menempati peringkat dua dan tiga dengan catatan waktu masing-masing 10,22 detik. Sebagai juara dunia, nama Zohri langsung tersebar di mana-mana melalui media.

Kini derajat kehidupannya mulai terangkat berkat prestasi dan kerja keranya selama ini.  [rhd]


Komentar Pembaca
Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00