Diterkam Dan Dibanting Beruang, Petani Ini Nyaris Tewas

Sosial  KAMIS, 12 JULI 2018 , 22:50:00 WIB | LAPORAN: DEDE SUHEN

Diterkam Dan Dibanting Beruang, Petani Ini Nyaris Tewas

rmolsumsel

RMOLSumsel. Habitat hidup beruang di Sumatera Selatan semakin sempit akibat berkurangnya hutan tempat mereka hidup. Akibatnya beruang harus hidup berdekatan dengan manusia dan melakukan penyerangan karena merasa terancam.

Setidaknya sudah beberapa petani yang menjadi korban hewan ini. Jika sebelumnya warga RKT Kota Prabumulih menjadi korban, kali ini giliran petani di Kabupaten Muara Enim.

Ialah Suraimah (53) warga Desa Talang Balai Kecamatan Belida Darat Kabupaten Muara Enim. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih dan dirawat digedung Surgikal ruang lematang lantaran mengalami luka cukup parah pada bagian punggung kanan dan hidung akibat dicakar beruang madu.

Menurut informasi, kejadian itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB (12/7) saat korban bersama Abu Bakar, suaminya tengah menyadap karet dikebun dikawasan Sungai Karas Alur.

Saat asik nyadap karet seekor tupai melompat diatas kepalanya, kemudian tak lama berselang tiga ekor beruang madu dengan ciri-ciri berwarna hitam dengan moncong putih tiba-tiba datang dan langsung menerkam korban.

"Sadar ado beruang ayuk ni langsung lari, tibo-tibo didepan la ado beruang laen. Yolah beruang yang dibelakang langsung nerkam punggung, setelah itu hidung," Ujar Nurahmat kerabat korban.

Lebih jauh Nurahmat menerangkan, korban kemudian berteriak meminta pertolonga sang suami. Mendengar jeritan sang istri, Abu Bakar langsung menuju sumber suara. Melihat istrinya mengalami luka parah, Abu Bakar langsung melarikannya ke RSUD Kota Prabumulih.

"Ayuk tuh setelah diterkam di banting-bantingnyo. Sudah itu beruangnyo langsung pegi," terangnya.

Menurut Nurahmat, keberadaan beruang diperkebunan yang tak jauh dari desa tersebut sudah sangat mengkawatirkan. Sebab, beruang sudah sekitar 5 kali menerkam warga.

"Sudah ado 5 warga yang diterkamnyo. Tahun lalu ado duo ikok," bebernya.

Untuk itu, Nur Rahman berharap agar kejadian tersebut mendapat perhatian khusus sebab beruang tersebut tak dapat diatasi warga. Sementara untuk menyampaikan keluhan dan laporan masyarakat mengaku tak mengetahui harus melapor kemana.

"Kalau banyak itu idak, tapi sering muncul. Kami pernah bertindak, biasonyo mereka pegi. Tapi tiba-tiba muncul lagi, nak melapor bingung harus dengan siapo. Kami trauma nak kekebon, kalau gek muncul lagi beruangnyo," tambahnya. [rhd]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ahok Untungkan Jokowi-Maruf

#KataRakyat: Ahok Untungkan Jokowi-Maruf

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Buktikan Ancaman, SP-AMT Hadang Mobil Jokowi

Buktikan Ancaman, SP-AMT Hadang Mobil Jokowi

RABU, 13 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Nasdem Cuci Tangan, Nasdem Anjlok

Nasdem Cuci Tangan, Nasdem Anjlok

RABU, 13 FEBRUARI 2019 , 13:00:00

Ampera Terbakar

Ampera Terbakar

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 , 16:14:00

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

SENIN, 28 JANUARI 2019 , 08:43:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00