Local Genus Nusantara

BERSAHABAT DENGAN MAKHLUK SPIRITUAL

OLEH: NASARUDDIN UMAR

Budaya  KAMIS, 12 JULI 2018 , 09:33:00 WIB

BERSAHABAT DENGAN MAKHLUK SPIRITUAL
SEBAGAI bangsa yang re­ligius, warga bangsa Indo­nesia dari berbagai daer­ah memiliki keakraban tersendiri dengan makhluk spiritual. Yang dimaksud makhluk spiritual di sini ialah makhluk yang memi­liki alamnya sendiri seperti malaikat, jin, dan arwah leluhur. Orang yang sudah wafat otomatis rohnya masuk katego­ri makhluk spiritual. Berbagai ritus dilakukan oleh berbagai etnik di Indonesia memelihara hubungan harmonis dengan makhluk spiritual, khususnya dengan arwah leluhurnya.


Dalam Islam sendiri sesungguhnya sangat dianjurkan untuk menjalin hubungan dengan makhluk spiritual. Bukan rahasia lagi Rasulullah aktif menjalin hubungan silaturrahim dengan makhluk-makhluk spiritual, seperti para malai­kat, jin, dan arwah kalangan pendahulunya se­bagaimana pernah dijelaskan dalam artikel ter­dahulu. Jibril yang dikenal sebagai panglima para malaikat hampir setiap hari menjumpai Nabi. Dihitung saja, berapa kali ayat turun se­banyak itu pula minimum malaikat menjumpai Nabi. Malaikat maut yang dikenal juga dengan nama Ijrail, tidak tega mencabut nyawa saha­batnya. Ijrail mengadu, sebagaimana diuraikan panjang lebar di dalam bagian terakhir kitab Ihya 'Ulumuddin, bolak-balik mengadu ke Jibril. Bagaimana mungkin saya tega mencabut nya­wa kekasihku. Jibril memerintahkan Ijrail agar melaksanakan perintah Tuhan. Ijrail kemudian mencabut nyawa Nabi dengan sangat pelan-pelan sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang dikutip Al-Gazali dalam kitab Ihya' 'Ulum al-Din.


Beberapa orang diberi kemampuan untuk berkomunikasi dengan para makhluk spiritual. Bahkan mereka bisa berguru kepada mereka. Dalam kitab Jami' Karamat al-Auliya' karan­gan Yusuf Nabhani, disebutkan sejumlah ula­ma atau auliya bisa berguru kepada makhluk spiritual. Di antara mereka banyak yang diberi kemampuan untuk senantiasa berkomunikasi dengan ruh Nabi Muhammad Saw. Dalam be­berapa hadis sahih juga pernah diungkapkan bahwa "jika seseorang bermimpi melihat diriku maka akulah sesungguhnya yang dilihat. Satu-satunya makhluk yang tidak bisa ditirukan iblis ialah wajahku." Kitab Ihya' 'Ulum al-Din karya Imam Al-Gazali juga telah dikonfirmasi menge­nai hadis-hadis Ahad yang dikutip di dalam­nya. Al-Gazali mengatakan, saya tidak pernah mengutip sebuah hadis di dalam kitab itu tanpa saya konfirmasi sebelumnya kepada Nabi. Nabi Wafat sekitar tahun 622M dan Imam Al-Gazali wafat tahun 1111M. Cerita yang sama juga dis­ampaikan sejumlah waliyullah. Allahu a'lam.  

Komentar Pembaca
Putra Kiai Ma’ruf Tebar Puisi..

Putra Kiai Ma’ruf Tebar Puisi..

SELASA, 19 FEBRUARI 2019

Indonesia Masuk 10 Destinasi Wisata Terbaik Dunia
Inilah Asal Nama Kelenteng

Inilah Asal Nama Kelenteng

SELASA, 05 FEBRUARI 2019

Walikota Minta Rawat Keberagaman

Walikota Minta Rawat Keberagaman

SELASA, 05 FEBRUARI 2019

Tradisi Fungshen di Tahun Baru Imlek

Tradisi Fungshen di Tahun Baru Imlek

SENIN, 04 FEBRUARI 2019

Dubes Ekuador Boyong Songket Palembang
Nada Dari Nadi Dhani

Nada Dari Nadi Dhani

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 19:00:00

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 10:00:00

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

SENIN, 28 JANUARI 2019 , 08:43:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

IBADAH IMLEK

IBADAH IMLEK

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 13:10:00