Melemah 5 Persen, Rupiah Lebih Gagah Dibanding Lainnya

Ekonomi  KAMIS, 12 JULI 2018 , 07:29:00 WIB

Melemah 5 Persen, Rupiah Lebih Gagah Dibanding Lainnya
RMOLSumsel. Nilai rupiah yang terus merosot sempat membuat banyak pihak cemas. Namun Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak separah mata uang negara lain.

Catatan BI, untuk Year to Date hingga hari ini, rupiah melemah sebesar 5,3 persen. Menurutnya, Peso Argentina melemah hingga 30 persen, Real Brasil 17 persen, Lira Turki di atas 10 persen.

"India sampai 7 persen, kita jaga rupiah di 5 persen," ungkap Nanang dalam talkshow "Stabilitas Kurs Ganggu Pertumbuhan Ekonomi" di Hotel Millenium Sirih, Tanah Abang, Jakarta Pusat seperti dikutip dari JPNN, Kamis (11/7).

Nanang mengungkapkan, tekanan terberat rupiah terjadi di bulan Mei. Menurutnya, BI senantiasa merespons gejolak rupiah setiap saat untuk memantau pelamahan yang terjadi.

"Saya ingin terus terang. Saat bulan Mei sebelum libur itu luar biasa tekanannya. Respons yang kita lakukan itu jangka pendek. Day to day, minute by minute," ungkapnya.

Saat ini, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dan berada di level Rp14.380. Pelemahan tersebut, terang Nanang, disebabkan sejumlah faktor yang berimbas pada tekanan terhadap rupiah yang cukup besar.

Salah satunya disebabkan oleh kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).

"Global menghadapi beberapa episode G7 meeting yang terpecah waktu itu, The Fed menaikkan suku bunga FOMC, European (ECB) juga ada meeting," terangnya.

Kondisi ini diperparah dengan waktu pembayaran dividen yang bertepatan dengan libur panjang. Sehingga seluruh front loading ditarik ke belakang.

"Numpuk di situ. Sehingga kebutuhan akan dolar AS juga meningkat," tuturnya.

Selain Nanang, hadir juga sejumlah narasumber dalam diskusi tersebut. Antara lain, Ekonom Senior INDEF, Faisal Basri, Ketua Komite Perdagangan dan Industri Bahan Baku Farmasi GP Farmasi Indonesia, Vincent Harijanto dan Ekonom UOB, Enrico Tanuwidjaja. [ida]

Komentar Pembaca
Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Demokrat Akui Main Dua Kaki

Demokrat Akui Main Dua Kaki

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

720 Pengacara Siap Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Siap Bela Rizal Ramli

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00