Ini Penjelasan KAHMI tentang Undangan Deklarasi Dukung Anies Jadi Capres

Politik  RABU, 11 JULI 2018 , 22:32:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Ini Penjelasan KAHMI tentang Undangan Deklarasi Dukung Anies Jadi Capres

siti zuhro/net

RMOLSumsel. Di berbagai Group WhatsApp (WA) belakangan ini gencan ajakan membentuk organisasi dukungan (relawan) bagi Anies Baswedan untuk jadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2019.

Ajakan mengatasnamakan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) in sudah dilengkapi bagan organisasi, yang siap diisi nama-nama (peminat). Juga nama-nama provinsi termasuk Sumatera Selatan (Sumsel).

Di tengah gencarnya ajakan menjadi relawan di berbagai group chatting tersebut, Rabu (11/7), tersiar kabar bahwa KAHMI akan deklarasi dukungan kepada Anies Baswedan menjadi capres. Setelah media berusaha mengonfirmasi kebenaran undangan tersebut, diketahui bahwa berita tersebut hoax.

"MN KAHMI menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar," kata Koordinator Presidium KAHMI Siti Zuhro dalam siaran pers yang diterima redaksi beberapa saat lalu.

Kabar yang sempat tersiar menyebutkan deklarasi akan dilaksanakan pada acara Halal Hihalal Majelis Nasional KAHMI besok, Kamis (12/7), di Bale Agung, Balai Kota DKI Jakarta.

Menanggapi itu, pakar politik sekaligus peneliti LIPI ini menegaskan,  dengan alasan apapun instansi Pemerintah tidak diperkenankan digunakan untuk kegiatan politik praktis.

Zuhro juga mengaskan bahwa berita tersebut sebagai manuver politik yang tidak bertanggung jawab, tidak beradab,  dan tidak memahami karakter dan kepribadian KAHMI yang sesungguhnya. KAHMI konsisten menjaga komitmen, tetap independen, dan tidak berpolitik praktis.

"Karena KAHMI bukan parpol dan tidak bisa digunakan sebagai "mesin" parpol. Pengabdian KAHMI hanya untuk NKRI. Kegiatan deklarasi dukungan politik dengan menggunakan institusi organisasi kepada orang perorang bukanlah tradisi KAHMI," tegasnya seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL.

Sekjen MN KAHMI Manimbang Kahariady menambahkan pihaknya dengan tegas menyatakan bahwa gerakan politik berupa pembentukan whatsapp anggota group (WAG) di berbagai daerah yang mengatasnamakan Relawan Anies Baswedan (RAB) Keluarga Besar (KB) HMI adalah manuver politik perorangan. Bukan merupakan sikap atau kebijakan organisasi MN KAHMI.

"Gerakan tersebut kontra produktif dan oleh karena itu harus segera dihentikan. MN KAHMI menginstruksikan kepada seluruh aparat organisasi di daerah (majelis wilayah dan daerah) untuk menjaga disiplin organisasi dan menghimbau kepada seluruh warga KAHMI agar waspada dan tetap tanggap terhadap segala bentuk jebakan/manuver politik yang dapat memecah belah keutuhan organisasi," tandasnya. [ida]

Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 21:00:00

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00