Di Pilpres 2019, Ternyata Jokowi Ahli Strategi

Politik  RABU, 11 JULI 2018 , 17:23:00 WIB

Di Pilpres 2019, Ternyata Jokowi Ahli Strategi

Joko Widodo/Net

RMOLSumsel. Mendekati Pilpres 2019 banyak kalangan membahas siapa yang nantinya mendampinggi Jokowi menuju periode kedua kepemimpinannya.

Menurut survei ada 70-an persen pemilih muslim mendukung Joko Widodo. Hal itu diyakini akan memperkuat kemunculan sosok muslim yang intelek. Meski pun ada 30 persen lainnya yang berpotensi pembangkang.

"Munculnya kebangkitan Islam politik, maka figur yang dibutuhkan adalah seorang pemimpin muslim yang intelek punya wawasan," kata pengamat politik Boni Hargens dalam diskusi publik "Evaluasi Pilkada 2018: Masihkan Isu SARA Bermain di Pemilu 2019?" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Hal itu, kata Boni, akan menjadi salah saru kriteria cawapres Jokowi nanti. Sehingga, akan menjadi pilihan tepat dan mendapat dukungan mayoritas masyarakat.

"Dia (Jokowi) tahu betul bagaimana mengambil keputusan. Sehingga saya pikir tidak ada kontroversi terkait itu. Sejauh ini memang kompromi diantara partai politik mengarah ke situ," paparnya.

Boni menambahkan, Jokowi sangat memahami Indonesia. Artinya yang menjamin masa depan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. Sehingga, saat tiba waktunya nanti, Jokowi akan mengumumkan cawapresnya.

"Saya pikir disitu. Saya kira sudah ada nama. Saya kira tunggu waktunya saja Pak Jokowi pasti akan mengumumkan. Semua akan setuju. Ini saya kira hasil kesepakatan semua partai. Pak Jokowi ini ahli strategi. Sangat memahami lingkungan perang. Memahami konteks tujuannya sehingga tahu tujuannya apa," pungkasnya seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Selain Boni, hadir juga dalam diskusi tersebut, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Adriana Elisabeth dan Wakil Ketum PPP Arwani Thomafi.[rik]

Komentar Pembaca
Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00