Gagal di Pemutihan, Ribuan TKI Hidup dalam Ketakutan

Sosial  MINGGU, 08 JULI 2018 , 17:59:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Gagal di Pemutihan, Ribuan TKI Hidup dalam Ketakutan
RMOLSumsel. Sejak Februari 2018, Pemerintah Malaysia terus melakukan Operasi Pemberantasan Pendatang Asing tanpa Izin (PATI). Awal bulan ini operasi kembali dilaksanakan setelah proses pemutihan lewat program penggajian dan penempatan kembali dinyatakan selesai, 30 Juni.

Kendati program sudah berlangsung 6 bulan, masih banyak tenaga kerja asing (TKA) yang tidak mengikuti pemutihan atau gagal memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan. Akibatnya mereka merasa ketakutan terkena razia.

"Mereka melihat situasi. Kalau mereka merasa aman, siangnya mereka bekerja dan malamnya pergi ke tempat yang dianggap aman," jelas koordinator Serantau -perkumpulan tenaga kerja Indonesia di Malaysia-Nasrikah seperti dikutip dari kepada BBC News Indonesia hari ini, Ahad (8/7).

"Mereka lari ke hutan dan kontainer, tempat yang mereka anggap tidak terjangkau oleh para petugas dari Imigrasi," tambahnya.

Tindakan jaga-jaga dengan bermalam di tempat-tempat yang dianggap aman itu, lanjut Nasrikah, dilakukan oleh sebagian TKI ilegal karena razia terhadap PATI seringkali digelar pada malam hari.

Meski senantiasa dilanda ketakutan, masih menurut Nasrikah, para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia secara ilegal atau tanpa dokumen, memilih bertahan di negara itu.

"Kalau pulang, risiko dilarang masuk ke Malaysia selama lima tahun. Kita pun tidak tahu bagaimana kondisi ekonomi keluarga mereka di kampung seperti apa, jadi mereka memilih bertahan dan hidup dalam ketakutan," tutur Nasrikah. [ida]

Komentar Pembaca
Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00