Sayonara! Bagi Komisioner Bawaslu Yang Sudah Dilaporkan Ke DKPP

Hukum  SENIN, 25 JUNI 2018 , 14:23:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Sayonara! Bagi Komisioner Bawaslu Yang Sudah Dilaporkan Ke DKPP

Foto/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Bagi anda yang berminat menjadi anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di level Kabupaten/ kota, terutama untuk di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), silahkan coba peruntungan dengan ikut mendaftar.

Sebab, peluang bagi new comer alias pendatang baru untuk menjadi komisioner Bawaslu Kabupaten/ Kota periode 2018-2023, sangat terbuka lebar. Dalam artian punya peluang besar menggeser posisi komisioner Bawaslu existing (incumbent).

Apalagi, jika para komisioner Bawaslu existing dimaksud, pernah dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

Dalam hal ini, karir mereka bisa dikatakan langsung tamat. Alias sulit bisa kembali eksis menjadi anggota Bawaslu.

Sinyal itu diutarakan M Fadilah, salah seorang Timsel Bawaslu Kabupaten/ Kota Provinsi Sumsel, usai memberi materi pada acara Sosialisasi Rekrutmen komisioner Bawaslu Kabupaten dan Kota yang digelar Timsel wilayah I dan II di kampus Universitas Baturaja (Unbara), Senin (25/6).

"Ya, semua track record atau rekam jejak existing (komisoner Bawaslu Incumbent), itu jadi pertimbangan. Mulai dari kebijakan, ataupun gejolak, termasuk jika terlibat korupsi. Dan kalau jejak rekamnya sudah pernah dilaporkan ke DKPP, Ya Selesai!," tegas Fadilah kepada Kantor Berita RMOL Sumsel.

Penegasan itu dibeberkan Fadilah, berkaitan dengan paparannya mengenai jiwa integritas yang wajib dimiliki bagi setiap calon pendaftar anggota Bawaslu Kab/ Kota.

Dimana jiwa integritas ini menurut dia, erat kaitannya dengan kejujuran dan tanggung jawab. Sehingga, jika komisoner Bawaslu sudah pernah dilaporkan ke DKPP, artinya integritas mereka sudah dipertanyakan.

"Jadi untuk komisioner incumbent, track recordnya terekam. Dan jadi bahan, apakah mereka berintegritas atau tidak. Kalau kebijakan atau apapun itu yang kemudian menimbulkan gejolak, tentu sudah jadi bahan. Apalagi jika tidak sesuai aturan Bawaslu," tegasnya.

Bagaimana dengan new comer atau pendatang baru? Barometer jiwa integritas bagi calon pendaftar yang baru, menurut Fadilah, tolak ukurnya dapat dilihat dari tes psikologi.

"Kalau hanya pertanyaan formalitas, tentu sifat kejelekannya agak tertutup. Tapi kalau dengan tes psikologi, akan menunjukkkan apakah nanti seseorang itu berintegritas atau tidak," jelasnya.[rik]


Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 21:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00