Tudingan SBY Aparat Tak Netral Jadi Bumerang Baginya

Politik  RABU, 20 JUNI 2018 , 12:46:00 WIB

Tudingan SBY Aparat Tak Netral Jadi Bumerang Baginya
RMOLSumsel. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menuding, aparat tak netral di Pilkada Serentak 2018. Tudingan itu mendapat respon keras dari Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemenangan Pemilu Bambang DH.

Merespons keluhan Presiden Keenam RI itu, Bambang mengatakan bahwa tuduhan tersebut selain merendahkan hak rakyat yang berdaulat, juga cermin kepanikan SBY. Dia pun menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan.

"Berbeda dengan yang sebelumnya. Siapa yang di belakang tim Alpha, Bravo dan Delta? Siapa yang menggunakan KPU yang seharusnya netral dan dijadikan pengurus partainya? Siapa yang memanipulasi IT sehingga Antasari dipenjara? Siapa yang memanipulasi DPT sehingga kursi di Pacitan pada pemilu 2014 berkurang drastis dibanding 2009? Siapa yang menjadi pelopor penggunaan dana bansos?” ujar Bambang seperti dikutip dari JPNN, Rabu (20/6).

Bambang justru menunjukkan bagaimana pilkada di Jawa Timur dikotori oleh praktik penyalahgunaan program keluarga harapan yang diklaim secara sepihak sebagai programnya Khofifah Indarparawansa.

Itu sama saja penggunaan dana rakyat untuk kepentingan pribadi. Banyak bukti di lapangan terkait penyalahgunaan PKH tersebut. Ini yang seharusnya dikritik Pak SBY," ujarnya.

Karena itu, Bambang menyarankan kepada SBY untuk melakukan introspeksi daripada menyalahkan pihak lain dengan menggunakan cara berpikir ketika dia berkuasa dengan menyampaikan tuduhan sepihak tanpa bukti.

PDI Perjuangan bahkan punya pengalaman buruk di pilkada Bali lima tahun lalu, saat itu alat negara diterjunkan hanya karena ambisi kekuasaan. Jadi, siapa yang punya sejarah gelap menggunakan kekuasaan? Pak SBY jangan lempar batu sembunyi tangan," katanya.

Bambang mengimbau kepada seluruh pihak hendaknya membangun suasana kondusif dan biarlah rakyat menjadi hakim tertinggi di dalam menentukan pemimpinnya. "Rakyat mencari pemimpin yang kuat secara kultural, berpengalaman serta tidak ambisius di dalam mengejar jabatan," katanya.

Sebelumnya, saat di Madiun, Senin (18/6), SBY mengaku banyak menerima informasi mengenai tanda-tanda aparat negara tidak netral di Pilkada serentak 2018. Tidak hanya di Pilgub Jatim, tapi juga di pilkada di daerah-daerah lain.

"Saya banyak mendengar informasi, bukan hanya dari Jawa Timur, tapi juga dari daerah-daerah lain. Ada tanda-tanda, ada niat yang barangkali membuat aparat negara tidak netral. Rakyat tentu menolak cara-cara seperti ini," kata SBY. [ida]

Komentar Pembaca
PKS: Prabowo-Anies Hanya Sebatas Wacana

PKS: Prabowo-Anies Hanya Sebatas Wacana

JUM'AT, 13 JULI 2018 , 17:00:00

Wagub DKI: Anak SMAN 68 Hebat!

Wagub DKI: Anak SMAN 68 Hebat!

JUM'AT, 13 JULI 2018 , 15:00:00

Viral! Kantor Polisi Bersama RI-China

Viral! Kantor Polisi Bersama RI-China

JUM'AT, 13 JULI 2018 , 13:00:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00