DPT Pilkada Palembang Dinilai Masih Bermasalah

Politik  SELASA, 19 JUNI 2018 , 19:11:00 WIB | LAPORAN: SUHARDI

DPT Pilkada Palembang Dinilai Masih Bermasalah

RMOLSumsel

RMOLSumsel. Meski pemungutan suara pilkada Palembang tinggal hitungan hari, tepatnya berlangsung 27 Juni nanti, namun permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) justru belum rampung. Padahal, desakan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki DPT ganda telah dilakukan sejak beberapa pekan lalu.

Tim advokasi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang periode 2018-2023, Sarimuda Sarnubi-Abdul Rozak, menemukan adanya kejanggalan DPT hampir di setiap Kecamatan telah melaporkan ke Panwaslu serta meminta agar KPU segera memperbaiki.

Tim Sarimuda-Rozak juga berharap agar dalam waktu yang singkat ini jumlah DPT sesuai dengan mata pilih di kota Palembang, hingga menciptakan Pilkada bersih dan menghasilkan pemimpin terbaik berdasarkan pilihan rakyat.

"Sejauh ini KPU sebenarnya sudah menindaklanjuti perbaikan DPT. Namun yang dipenuhi baru kesalahan identik, sementara jumlah DPT belum berubah," kata Tim Advokasi Sarimuda-Rozak, Jasmadi Pasmeindra, Selasa (19/6).

Menurut Jasmadi, pihaknya menemukan setidaknya 19 persen DPT ganda yang tersebar di 18 Kecamatan se-kota Palembang. Di dalam DPT ditemukan begitu banyak jumlah pemilih dengan nama dan NIK yang sama, namun memiliki perbedaan tempat memilih.

Tak hanya itu, tim advokasi paslon nomor urut 2 juga menemukan banyak calon pemilih tidak memiliki nomor Kartu Keluarga, namun ditetapkan sebagai pemilih yang terdaftar di DPT.

"Perbaikan ini kita minta dapat segera diselesaikan. Karena jika tidak Pilkada Palembang bisa saja ditunda," tegas Jasmadi.

Dia menjelaskan, jika saja KPU Palembang serius maka permasalahan ini bisa segera diatasi. Sebagai pelaksana Pemilu, KPU bisa langsung memanggil petugas PPS dan meminta segera mengarsir pemilih ganda dan merubah jumlah DPT setelah perbaikan.

"Temuan ini kan berdasarkan data yang kami terima dari KPU. Laporan kami ini juga sebenarnya untuk membantu KPU karena di salinan jumlah DPT yang kami terima terdapat banyak kekeliruan," jelasnya.

Sebelumnya, Tim Advokasi Sarimuda-Rozak menemukan adanya indikasi penggelembungan DPT di Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame Palembang. Adanya temuan ini setelah tim nya menerima salinan DPT resmi dari KPU Palembang.

"Temuan ini berpotensi muncul pemilih siluman. Pemilih dengan identitas palsu bisa saja menguntungkan salah satu calon tertentu dan pelaksanaan Pilkada jadi tidak fair," kata Ketua Tim Advokasi Sarimuda-Abdul Rozak, Febuar Rahman.

Dengan pelaksanaan Pilkada bersih, bagi Febuar, akan menghasilkan Walikota yang legitimate dan tentunya merupakan pilihan rakyat. Namun bila pelaksanaan pilkada tersebut dilandasi dengan DPT kacau balau, maka tujuan Pilkada tidak akan tercapai sesuai kehendak masyarakat. [rhd]

Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Menggugat Surya Paloh Karena Sayang
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00