Ramadhan Bulan Refleksi Diri, Jangan Biarkan Amalan Tergadai

OPINI  KAMIS, 14 JUNI 2018 , 20:28:00 WIB

Ramadhan Bulan Refleksi Diri, Jangan Biarkan Amalan Tergadai

net

TIDAK terasa kita sudah dipenghujung bulan Ramadhan. Artinya kita juga akan segera berpisah dengannya. Bersyukur kita masih diberikan umur panjang sampai detik ini, sehingga masih bisa memilih diantara beranjak bertaubat dari kemaksiatan meminta ampunan kepada Allah atau tetap stagnan berdiam diri tidak melakukan apa-apa justru lupa diri dan lalai terhadap dosa, naudzubillah,  yang sudah rajin ibadah lebih meningkatkan amal ibadahnya atau cukup dengan amalan biasa-biasa saja.

Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan merasakan nikmatnya bernafas. Masih bisa memilih mau menjadi baik atau justru mau menjadi tambah buruk.

Bagi insan yang beriman dan bertaqwa tentu akan merasakan kesedihan yang mendalam ketika bulan suci ini akan segera berakhir, mengapa tidak? Karena hanya di bulan suci nan penuh maghfiroh ini saja setiap amalan yang dilakukan akan Allah lipatgandakan dari amalan yang dilakukan di bulan selainnya, ditambah lagi rasa sedih karena merasa belum tentu di bulan ramadhan yang selanjutnya masih diberikan kesehatan dan kehidupan untuk menunaikan ibadah puasa dan amalan amalan lainnya.

Mereka yang selalu mengharap ampunan dan ridho dari Allah di akhir ramadhan akan senantiasa menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah seperti shalat sunnah, Membaca Al-Quran, bermunajat kepada Allah, tentu disiang haripun mereka akan melaksanakan aktivitas-aktivitas syurgawi seperti berdakwah, mengurusi ummat, mengkaji islam dan sebagainya ‘mengencangkan ikat pinggang’ persiapan maksimal untuk taqarub ilallah sebagaimana yang dicontohkan baginda Rasulullah SAW.

Lain lagi dengan insan-insan yang di dalam hatinya selalu dominan mendambakan kesenangan dunia, berakhirnya ramadhan sangat ditunggu-tunggu karena sudah sebulan penuh merasakan lapar, haus dan dahaga disiang hari serta hawa nafsu yang dipaksa tertahan. Momentum beberapa hari terakhir bulan ramadhan mulai disibukkan dengan aktivitas duniawi seperti bermegah-megahan menyiapkan pernak pernik keperluan lebaran.

Dari mulai aktivitas memasak dan membeli kue yang beraneka ragam, pakaian baru dengan berbagai merk, kendaraan berkelas, renovasi rumah sampai dengan dekorasinya yang lengkap bahkan terkesan dipaksakan karena ada juga yang sampai berhutang dan itupun hutang riba. Naudzubillah lantas apa kabarnya amalan yang dilakukan selama bulan ramadhan ini? Begitulah fakta yang terjadi pada masyarakat secara umumnya seperti sudah menjadi tradisi disetiap tahun ketika menyambut lebaran.

Berbahagia dan merayakan hari besar umat Islam tidak ada yang melarang, justru sangat dianjurkan untuk menyambutnya dengan suka cita. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Ahmad no. 12006 dan yang lainnya Sesungguhnya Allah telah mengganti untuk kalian dua hari raya itu; idul fitri dan idul adha.” Dalam kitab al badru al tamam dikatakan, Pada hadits tersebut terdapat isyarat yang menunjukkan dianjurkannya berbahagia, menampakkan kesemangatan pada dua hari raya.” (dinukil dari Syarh Umdah al Fiqh, 1/409).
 
Bertitik tolak dari hadits di atas maka seluruh umat Islam sangat dianjurkan untuk menampakkan kegembiraannya dalam menyambut hari raya. Hanya saja yang menjadi persoalannya adalah ketika kita lebih cenderung sibuk mencurahkan energi yang dimiliki untuk menyiapkan pernak pernik itu semua dibandingkan menyibukkan diri bertaqarub diakhir ramadhan, jangankan ibadah sunnah atau bahkan tidak kurang kurang ada yang sampai lupa waktu sholat wajib lima waktu dikarenakan sibuk belanja ini itu, sibuk aktivitas ini itu.

Astaghfirullah... semoga kita terhindar dari sifat yang demikian.

Sebagai seorang muslim sudah menjadi fitrah ingin merasakan senang, akan tetapi muslim yang baik dan berprinsip islami tentu tidak akan menyia-nyiakan waktunya dengan perkara yang jauh dari amal ibadah dan ridho Allah. Seorang muslim yang lurus sudah barangtentu diakhir ramadhannya tidak akan mau ketinggalan moment lebih dekat dengan Allah, ia akan senantiasa berharap dan berdoa kepada Allah supaya ramadhan yang ditemui ditahun ini akan lebih bisa meningkatkan takwa kepada-Nya, lebih bisa bermanfaat untuk perbaikan ummat.

Bagaimana tidak? Melihat kondisi umat pada zaman sekarang, sangat terpuruk dari berbagai lini kehidupan. Masalah agama, sosial, ekonomi, pendidikan, hukum dan dari sisi manapun seolah olah hampir tidak bisa ditemukan sisi kebenarannya. Maka ia akan berkontribusi penuh untuk perbaikan negeri.

Wahai umat muslim, alangkah singkatnya kehidupan ini, waktu terus berjalan terus meninggalkan kita tanpa permisi, hari ini akan berganti menjadi hari kemarin, alangkah meruginya diri kita jika hanya memikirkan kesenangan dunia belaka. Alangkah sedih jika ramadhan tahun ini menjadi ramadhan terakhir yang kita rasakan.

Sementara amalan kita belum seberapa untuk bersaksi dan berhujjah di yaumil akhir nanti. Begitu ruginya diri kita jika diakhir ramadhan ini tidak memperoleh nikmatnya iman dan bertambahnya taqwa.

Oleh sebab itu sebagai bahan renungan kita bersama, ayo kembali menata diri, dunia yang fana ini tidak sepantasnya membuat kita terlena, sementara Janji Allah akan akhiratnya yang abadi itu sudah pasti. Mari kita berlomba dalam kebaikan dengan lebih banyak beramal memprioritaskan tunaikan kewajiban.
Wallahu’alam biasshowab. [***]

RA Susan Triani, S.Pd
(Aktivis, Pembina Muslimah Majelis Taklim Remaja Islam Alai Kec. Lembak)


Komentar Pembaca
KESALAHAN BESAR ANIES-SANDI

KESALAHAN BESAR ANIES-SANDI

SELASA, 19 JUNI 2018

Pesan Keadilan dan Kekuasaan Imam Ali
FABING....

FABING....

SABTU, 02 JUNI 2018

MENDAMBAKAN PERDAMAIAN DUNIA

MENDAMBAKAN PERDAMAIAN DUNIA

JUM'AT, 25 MEI 2018

CELAKA! RUPIAH TERPURUK, UTANG BERTUMPUK
WARNA-WARNI PENDAKWAH

WARNA-WARNI PENDAKWAH

SENIN, 21 MEI 2018

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00