Lagi, Sopir Taksi Online Jadi Korban Perampokan

Kriminal  RABU, 13 JUNI 2018 , 08:15:00 WIB

Lagi, Sopir Taksi Online Jadi Korban Perampokan
RMOLSumsel. Handarri menambah panjang daftar sopir taksi online dibunuh perampok. Jasad pengantin baru ini ditemukan di semak-semak di Jalan Perum Prona Lestari II, Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kaltim kemarin. Jaraknya tak lebih dari 2 meter dari mobil merah miliknya yang terperosok menghantam pohon.

Di jalan lumpur yang sepi, pria 27 tahun itu tewas dengan sejumlah luka di bagian kepalanya. Diduga karena tusukan senjata tajam.

Istrinya, Ulfa, meringkuk di kasur. Menangis. Dia harus menerima kenyataan pahit. Rumah tangga yang baru dibina enam bulan harus dirundung duka.

Ditemui di rumah Handarri, Ulfa tak bisa diwawancarai karena masih syok. Rosidi, ayah Handarri yang menemui wartawan.  Dia menyebut anak pertama dari dua saudara itu pamit dengan sang istri, Selasa (12/6), sekitar pukul 08.00 Wita. Dia pamit mau antar penumpang,” kata pria 46 tahun itu.

Dikisahkan Rosidi, anaknya memang berprofesi sebagai sopir taksi online. Profesi ini baru dijalaninya sebulan. Pekerjaan utamanya adalah pegawai Pegadaian selama 1,5 tahun. Sementara mobil yang dikemudikannya baru dibeli dua bulan terakhir.

Taksi online hanya sampingan. Buat tambah-tambah penghasilan setelah menikah enam bulan lalu,” kata Rosidi seperti dikutip dari JPNN, Rabu (13/6).

Handarri pun belum punya anak. Setelah menikah, dia hidup di lantai dua bersama orangtuanya di Perum Korpri RT 63, Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan. Pria berkulit gelap itu mengetahui kematian anaknya setelah pukul 10.00 Wita didatangi ketua RT setempat.

Dari sana dia diminta ke Polsek Balikpapan Selatan. Sampai Polsek, saya diberi kabar anak saya tewas dibunuh. Perasaan saya belum sedih saat itu. Namun, ketika melihat mayatnya di rumah sakit. Hati saya hancur,” tuturnya.

Rosidi mengatakan, melihat langsung luka yang dialami anaknya. Banyak luka mirip sayatan atau tusukan di belakang kepala hingga dekat telinga. Dari situ, dia berasumsi jika anaknya adalah korban pembunuhan dengan motif perampokan.

Saya menduga, anak saya mau dirampok. Dia mencoba mempertahankan mobilnya. Makanya dia berzig-zag dan menabrak pohon. Jadi, mobilnya tak bisa diambil. Yang diambil handphone-nya untuk menghilangkan jejak,” yakin Rosidi. [ida]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00