SOSIOLOGI TERORISME

Bahaya Politisasi Dalil Agama

Budaya  SENIN, 11 JUNI 2018 , 09:30:00 WIB

Bahaya Politisasi Dalil Agama
 TERORISME tidak berdi­ri sendiri. Biasanya sikap radikal atau teroris lebih merupakan reaksi daripada sebuah aksi yang berdiri sendiri. Intensitas dan es­kalasi radikalisme dan ter­orisme itu juga biasanya dipicu oleh faktor lain. Bisa dalam bentuk persoalan lokal dan bisa global. Salah satu hal yang kontroversi sering me­mancing bangkitnya garis keras ialah politisa­si dalil-dalil agama. Politisasi dalil bisa diguna­kan oleh berbagai pihak. Bahkan bisa terjadi perang dalil bagi kelompok yang berseteru.

Sebagai contoh, suatu ketika terjadi pe­mandangan menarik di sebuah pasar tradis­ional di Timur Tengah. Seorang penjual madu dagangannya laris manis karena dipoles den­gan hadis, ditambah dengan ayat yang di­kutip dari surah al-Nahl (lebah madu). Hadis tentang madu memang pernah ada, yaitu: al- 'Asal da'u kulli dawa' (madu mengobati berba­gai macam penyakit). Penjual madu meneri­akkan hadis Nabi di tengah pasar sehingga dalam waktu tidak lama dagangannya habis.

Di samping penjual madu ada seorang pen­jual terong hanya bisa termangu menyaksikan pembeli menyerbu dagangan madu di samp­ingnya, sementara dagangan terongnya tidak ada yang mampir membeli. Rupanya si pen­jual terong tidak kehabisan akal. Ia pun meng­arang sebuah hadis yang isinya mirip dengan hadis yang diteriakkan oleh penjual madu. Ia membuat hadis palsu dan meneriakkan­nya berulang-ulang: Wahai para pengunjung pasar, kemarilah membeli terongku, Rasu­lullah pernah bersabda: Al-Bazinjan da'u kulli dawa' (terong bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit). Alhasil, dagangan penjual terong juga laris manis. Hadis palsu tersebut sering dijadikan contoh dari hadis palsu di da­lam kitab-kitab ulumul hadis.

Dalam kesempatan lain ketika Ibu Mega­wati Soekarno Putri mencalonkan diri sebagai Presiden masa lalu, sebuah spanduk raksasa yang berisi hadis Nabi terpampang di sebuah kampus besar: Lan yufliha qaumun wallau amrahum imraatan (Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusannya di­urus oleh seorang perempuan). Di tempat lain dipajang spanduk isinya ayat Al-Qur'an: Al-Ri­jal qawwamun 'ala al-nisa' (Laki-laki pemimpin bagi perempuan/Q.S. al-Nisa'/4:32). Jelas spanduk-spanduk dan brosur itu bertujuan mencekal Ibu Megawati sebagai calon Presi­den. Perolehan suara Ibu Megawati tergolong kurang di kawasan itu, namun tidak berhasil mencekalnya sebai Presiden.

Secara terselubung hingga saat ini dalil-dalil agama masih sering dipolitisasi untuk "menembak" seseorang atau sekelompok orang. Bukan hanya dalam dunia politik tetapi juga dalam dunia bisnis. Ada produk-produk dipoles dengan ayat atau hadis tetapi pada merek lain dijadikan sasaran kampanye hitam untuk menjatuhkan produk itu.

Perang antara kelompok radikal dengan kelompok liberal juga menggunakan ayat dan hadis. Kesemuanya ini menunjukkan begitu gampang orang mencapai sasarannya den­gan polesan dalil-dalil agama. Yang paling menyedihkan, kalimat-kalimat suci diucapkan untuk mengeksekusi secara kejam orang-orang yang dianggap musuhnya, seperti kita saksikan di media-media sosial tentang per­lakuan ISIS terhadap tawanan perangnya.

Kelompok radikal, sebagaimana bisa dilihat dalam website mereka, sangat lihai menampil­kan dan mendandani ayat-ayat dan hadis un­tuk mendukung kepentingannya. Jika orang tidak memiliki pengetahuan agama lebih luas dan lebih dalam lalu didoktrin oleh ahli dok­trin mereka, maka akibatnya orang tua dan saudara-saudaranya pun dianggap kafir dan sama dengan umat Islam lain, darahnya halal. Inilah bahaya menampilkan dalil-dalil agama secara parsial dan tidak dijelaskan sabab nu­zul atau sabab wurud sebuah dalil. [rmol]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00