Pemerintah Didesak Evaluasi Parpol Yang Terlibat Radikalisme

Politik  SELASA, 05 JUNI 2018 , 15:59:00 WIB

Pemerintah Didesak Evaluasi Parpol Yang Terlibat Radikalisme

net

RMOLSumsel. Sejumlah OKP yang tergabung dalam Forum Rumah Anak Bangsa menggelar diskusi soal peran pemuda dalam melawan radikalisme dan terorisme, di Bandung, Selasa (5/6).

Peserta berasal dari berbagai organisasi seperti PW Ansor Jawa Barat, PB PMII dan organisasi lainnya yg diwakili 150 peserta dari perwakilan sejumlah OKP dan Ormawa di Jawa barat.

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Ahmad Riyadi yang juga anggota komunitas Rumah Anak Bangsa mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa elemen pemuda sangat menyesalkan akan munculnya gejala kekerasan seperti radikalisme, terlebih terorisme.

Mereka juga menyoroti kemungkinan soal partai politik terlibat radikalisme atau terorisme.

"Partai politik harus bersih dari radikalisme dan terorisme, justru kita meminta kepada negara agar mengevaluasi partai politik agar berperan aktif memerangi dan mengkanalisasi paham radikalisme dan terorisme,” terang Ahmad Riyadi seperti diberitakan RMOL Jabar.

Menurut dia, publik saat ini sudah tahu betul bahwa sejumlah kader bahkan elit partai jelas terlibat dengan ISIS (penangkapan di Jatim), bahkan secara terbuka menganggap aksi teror sebagai pengalihan isu dan menganggap itu seakan sebuah rekayasa.

Berarti hal ini menunjukan dlm tubuh partai tersebut ada yang aktif dan pasif dalam gerakan radikalisme dan terorisme," jelas Ahmad Riyadi.

Dalam amatan dia, radikalisme sekarang menjadi permalasahan serius dan mengancam ketentraman hidup masyarakat. Dalam memerangi radikalisme, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, lanjut Ahmad Riyadi, parpol jangan sampai terlibat radikalisme dan terorisme. Sebab, parpol merupakan akar dari demokrasi yang dapat mengendalikan regulasi dan tata kehidupan bangsa.

"Sebetulnya pertanyaan ini cukup menggelitik kami, apakah partai politik saat ini benar-benar bersih dari gerakan atau ideologi radikalisme," katanya.

Ahmad Riyadi menambahkan, persoalan itu perlu dikupas lantaran fenomena radikalisme sudah menyebar ke aspek kehidupan masyarakat, seperti dunia pendidikan, lingkungan, pekerjaan, politik dan juga agama.

"Untuk itu perlu diperangi secara bersama," tandasnya. [sri]


























Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00