Perlindungan Kurang Memadai, Aparat Penegak Hukum Pilih-pilih Perkara

Hukum  MINGGU, 03 JUNI 2018 , 20:19:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Perlindungan Kurang Memadai, Aparat Penegak Hukum Pilih-pilih Perkara

Fachrizal Afandi/RMOL

RMOLSumsel. Dengan perlindungan yang kurang memadai, aparat penegak hukum akan pilih-pilih dalam menangani suatu perkara.

Demikian diungkapkan oleh Koordinator Eksekutif Pusat Pengembangan Riset Sistem Peradilan Pidana (Persada) Universitas Brawijaya Malang, Fachrizal Afandi dalam diskusi publik dengan tema 'Perlindungan Hukum terhadap Profesi Penegak Hukum'.

Menurut Fachrizal, perlindungan terhadap aparat penegak hukum harus lebih diperhatikan dengan belajar dari kejadian di masa lalu dimana seorang hakim ditembak maupun kasus penyidik KPK yang terkena serangan dari orang yang tak dikenal.

Lemahnya perlindungan terhadap aparat penegak hukum tersebut menurut Fachrizal akan menjadi faktor dimana para penegak hukum misalkan jaksa akan memilih menangani kasus dengan tingkat risiko kecil.

"Jaksa dan aparat penegak hukum akan berhati-hati kalo menangani kasus yang memiliki resiko tinggi. Mereka akan memilih yang kecil-kecil saja karna nggak ada jaminan," ujarnya di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (3/6)

Apalagi ditambah dengan anggaran kejaksaan yang menurut Fachrizal kecil. Anggaran pidana umum pada tahun 2015 untuk kejaksaan hanya Rp 3,5 juta untuk satu perkara, baik pidana umum yang melakukan tindak pidana ringan maupun berat.

Hal tersebut akan menambah faktor bagi aparat penegak hukum khususnya jaksa untuk memilih kasus yang ringan untuk dikerjakan disamping dengan kurangnya jaminan perlindungan diri maupun anggota keluarga

"Jadi misalkan masyarakat menuntut aparat penegak hukum menyikat kasus besar tapi tidak disertai dengan modal yang kuat bahwa mereka juga terlindungi keamanan baik dirinya maupun keluarganya maka jangan harap aparat penegak hukum berani untuk menyikat kasus-kasus beresiko bagi dirinya maupun keluarganya," tambahnya.

Fachrizal menambahkan, walaupun dengan tingkat resiko yang luar biasa namun ada juga aparat penegak hukum yang tidak pilih-pilih dalam menangani suatu perkara akan tetapi jumlahnya tidak sebanyak aparat penegak hukum yang memikirkan keselamatan diri serta anggota keluarga.

"Kalau pun ada bisa dihitung dengan jari hanya orang-orang yang mempunyai mental baja dan gila saja yang mau melakukan hal itu," tukasnya seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.[rik]


Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00