Destinasi Wisata yang Potensial Dikembangkan, Salah Satunya di Belitung

Budaya  SABTU, 02 JUNI 2018 , 19:56:00 WIB

Destinasi Wisata yang  Potensial Dikembangkan, Salah Satunya di Belitung

Pantai Tanjung Kelayang/NET

RMOLSumsel. Fakultas Ilmu Pengetahuan  Budaya (FIB) Universitas Indonesia bekerja sama menyelenggarakan Focus Grup Discussion (FGD) bertema "Potensi Atraksi Wisata Multikultural di Destinasi Prioritas Danau Toba, Tanjung Kelayang, dan Wakatobi”.

FGD tersebut digelar di dua tempat berbeda, yakni Sabang dan Hotel Margo Depok, beberapa waktu lalu. Sejumlah masukan diberikan oleh para ahli budaya dari FIB UI untuk menggenjot jumlah wisawatan dengan memaksimalkan potensi wisata di 10 destinasi "Bali Baru” sebagaimana program Kementerian Pariwisata.

Kesepuluh destinasi wisata prioritas tersebut adalah Borobudur di Jawa Tengah, Danau Toba di Sumatera Utara, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Mandalika di Lombok, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Morotai di Maluku Utara, dan Tanjung Lesung di Banten.

Tiga destinasi wisata prioritas yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, dan Wakatobi di Sulawesi Tenggara dibahas dalam acara yang dibuka oleh Dekan FIB Dr. Adrianus L.G. Waworuntu, M.A., dan Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural Dra. Esthy Reko Astuty, M.Si tersebut.

Adapun masukan yang diberikan ahli budaya dari FIB UI berupa hasil kajian strategis terhadap bidang multikultural terkait daerah destinasi wisata prioritas.

Kajian strategis tersebut menjadi rekomendasi dalam penentuan kebijakan terkait destinasi wisata prioritas yang dirancang oleh Kementerian Pariwisata.

Tiga pembicara utama dalam FGD itu adalah Dr. Irmawati Marwoto dan tim dari FIB UI. Mereka menyampaikan tentang Pengembangan Desa Wisata Sijuk sebagai Destinasi Penunjang Kawasan Strategis Pariwisata di Tanjung Kelayang”.

Sementara itu, Larasati Sedyaningsih sebagai Person in Charge (PIC) Tanjung Kelayang dari Pokja Percepatan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian Pariwisata yang memaparkan soal "Potensi Atraksi Multikultural serta Kebijakan dan Strategi Pemasaran di Tanjung Kelayang”.

Lalu ada Dr. Isman Pratama Nasution dari FIB UI. Dia menyampaikan paparan tentang Desa Pagar Batu, Balige sebagai percontohan desa budaya batak untuk atraksi wisata Danau Toba.

Pemaparan dari pihak Kemenpar dibawakan  oleh Ari Prasetyo sebagai Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba yang menyampaikan Potensi Atraksi Multikultural serta Kebijakan dan Strategi Pemasaran di Kawasan Danau Toba”.

Ketiga, diskusi mengangkat tema Potensi Budaya untuk Memperkuat Destinasi Wisata Prioritas di Wakatobi Sulawesi Tenggara” yang disampaikan oleh Dr. Prutendia MPSS dari FIB UI, dan Potensi Atraksi Multikultural serta Kebijakan dan Strategi Pemasaran di Wakatobi” oleh Gema Pratama, PIC Destinasi Prioritas Wakatobi.

Akhirnya, dari dua kali pelaksanaan FGD tersebut, dihasilkan beberapa rekomendasi, di antaranya sebagai berikut:

Destinasi Tanjung Kelayang

Untuk destinasi Tanjung Kelayang, ditambahkan atraksi budaya dan atraksi buatan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Belitung. Mengembangkan atraksi berbasis budaya di Pulau Belitung.

Selain itu, juga dibangun atraksi buatan berbasis budaya seperti pusat kehidupan lama Belitung di Desa Sijuk.

Destinasi Danau Toba

Untuk Danau Toba, direkomendasikan agar ada survei dan riset lanjutan terhadap wilayah Desa Pagar Batu untuk menjadi spot Destinasi Wisata Balige. Sebab, di dekat TB Silalahi Center diketahui ada desa potensi wisata.

Selain itu, para ahli budaya FIB UI juga ingin di tempat ini didorong tumbuh kembangnya atraksi budaya lokal dengan merevitalisasi rumah batak, atraksi budaya batak, ukiran (gorga), tarian, busana, kuliner, dan legenda.

Juga menyiapkan destinasi wisata Balige baru dan mengembangkan destinasi wisata balige yang telah ada seperti Puncak Bukit Pahoda, Bukit Tarabunga, Pasar Tradisional Onan Balerong, Pantai Bulbul, Makam Sisingamangaraja XII, dan lain-lain.

Destinasi Wakatobi

Para ahli budaya FIB UI merasa perlu dilakukan kurasi terhadap atraksi multikultural di empat pulau di Wakatobi, terutama yang mengandung unsur sejarah yang kuat.

Kemudian, membangun sarana dan prasarana kuliner lokal dalam rangka mengoptimalkan kuliner lokal dalam berbagai kegiatan, seperti Pulau Wangi-Wangi.

Selain itu, diperlukan juga tempat pementasan sebagai pusat atraksi budaya dan menghidupkan kembali Museum Bahari. [sri]



Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00