FABING....

Oleh: Jaya Suprana

OPINI  SABTU, 02 JUNI 2018 , 11:45:00 WIB

FABING....
APA yang disebut sebagai teknologi senantiasa membentuk peradaban dengan mengubah perilaku manusia. Garuk punggung, tusuk gigi, korek kuping, roda, kertas, vaksin, sepeda, otomobil, pesawat terbang, radio, televisi, zipper, gigi palsu, vaksin, robot dan lain sebagainya merubah perilaku manusia.


Maka sebuah alat telekomunikasi yang disebut sebagai hand phone atau smart phone atau mobile phone atau telepon genggam atau ponsel atau entah apalagi sebutannya itu terbukti juga merubah perilaku umat manusia di planet bumi zaman now.

Anekaragam

Sambil merubah perilaku manusia bermunculan pula berbagai kreasi istilah baru dari sebuah alat telekomunikasi yang digunakan secara digenggam maupun lepas-genggam dan dapat dibawa ke mana, kapan oleh siapa saja itu.

Istilah-istilah baru yang dihadirkan oleh mobile phone sangat beranekaragam mulai dari pulsa, top up, sms, swafoto, watsap, emoji, kesing, sesan, layar sentuh sampai fabing.

Psikososial

Fabing berasal dari istilah "phubbing" sebagai terminologi untuk suatu bentuk perilaku sosial atau lebih tepat: asosial terkait ponsel.

Phubbing dipopulerkan oleh Macquarie Dictionary sebagai deskripsi perilaku manusia mengabaikan sesama manusia akibat lebih sibuk dan/atau lebih asyik menggunakan ponsel.

Istilah "phubbing" pertama kali digunakan oleh direktur akun McCann Group, Adrian Mills yang menyelenggarakan gerakan kampanye STOP PHUBBING akibat risau terhadap perilaku asosial manusia yang lebih mengutamakan ponsel ketimbang sesama manusia.

Oktober 2015, media TODAY melaporkan hasil riset psikososial Prof. James A. Roberts dari Hankamer School of Business, Baylor University tentang perilaku manusia terkait komputer. Konon, dari 450 responden pengguna ponsel  ternyata 46.3 persen menyatakan bahwa mitra mereka melakukan fabing dan 22.6 persen menyatakan fabing mempengaruhi hubungan dengan pasangan mereka masing-masing.

Dalam wawancara dengan Yahoo!Health, Prof J.A Roberts menyimpulkan bahwa "We found that the ones that reported higher partner phubbing fought more with their partner and were less satisfied with their relationship than those who reported less phubbing".

Maka dapat disimpulkan bahwa fabing memang berdampak tidak terlalu positif terhadap peradaban kehidupan sosial umat manusia khususnya dalam hal interaksi komunikasi sesama manusia. [rmol]

Penulis adalah pembelajar fenomena psikososial



Komentar Pembaca
Selamat.. Turki Merdeka!

Selamat.. Turki Merdeka!

SABTU, 18 AGUSTUS 2018

BERSAING MENGABDI RAKYAT

BERSAING MENGABDI RAKYAT

MINGGU, 12 AGUSTUS 2018

Perang Laos Mengubah Wajah CIA

Perang Laos Mengubah Wajah CIA

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018

Dilema Prabowo; Antara Salim dan AHY
JANGAN BUNUH PLN KAMI..!

JANGAN BUNUH PLN KAMI..!

SELASA, 31 JULI 2018

Narasi Populisme Islam vs Moderasi Islam pada Pilpres 2019
Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 18:00:00

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00