Ini Pesan Menkes Kepada Sumsel Peraih Pastika Parahita

PEMPROV SUMSEL  JUM'AT, 01 JUNI 2018 , 04:35:00 WIB

Ini Pesan Menkes Kepada Sumsel Peraih Pastika Parahita

Foto/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek hadir memberikan langsung penghargaan kepada provinsi/kabupaten/kota yang telah memiliki peraturan daerah dan juga telah mengimplementasikan kebijakan KTR tersebut di seluruh wilayahnya.

Salah satunya Sumsel penerima penghargaan Pastika Parahita dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) Kamis (31/5) di Aula Siwabessy Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.  

Dalam sambutannya, Menkes menegaskan bahwa dibutuhkan dukungan serta peran aktif pemerintah daerah untuk dapat menerangkan implementasi KTR di wilayah masing-masing. Menkes mengharapkan agar semua lapisan masyarakat bersama-sama berkomitmen untuk melindungi generasi muda Indonesia dan paparan bahaya asap rokok dan menghindarkan mereka dari perilaku/kebiasaan yang salah sehingga mengancam kesehatan mereka.

"Seperti kita ketahui, anak selalu mengamati dan meniru perilaku orang tua, keluarga, bahkan lingkungan sekitarnya. Ia melihat, mendengar, dan ia belajar. Karena itu, kita harus menjadi contoh, panutan atau role model bagi anak-anak dan remaja untuk berperilaku hidup sehat", ujarnya.                

Tidak hanya itu, MenKes Nila Farid Moeloek, meminta masyarakat untuk melaksanakan dan menyukseskan Germas. "Ayo, kita laksanakan dan sukseskan Germas. Gerakan masyarakat hidup sehat, dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin, makan buah dan sayur, dan deteksi dini penyakit," himbaunya.

Bahkan Menkes menegaskan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat pada peringatan HTTS sebagai momentum untuk berhenti merokok.

Untuk diketahui peringatan HTTS 2018 kali ini juga terintegrasi dengan Hari Hipertensi Sedunia dan Hari Thalasemia Sedunia dengan tema Rokok Penyebab Sakit Jantung dan Melukai Hati Keluarga. Di mana semua orang berhak terlindungi dari paparan asap rokok orang lain. Karena itu Kementerian Kesehatan bersama dengan sebagian dari pemerintah daerah telah berupaya untuk melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan melindungi masyarakat dari dampak buruk konsumsi hasil tembakau, salah satunya adalah penerbitan peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Sementara KTR sendiri merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan produk tembakau. KTR ini meliputi: fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, dan tempat lain yang ditetapkan.

Pemerintah daerah memiliki amanah untuk menetapkan KTR di wilayahnya masing-masing melalui Peraturan Daerah (Perda) atau peraturan kepala daerah (PERKADA). Sampai dengan tahun ini, sudah 19 provinsi dan 309 Kabupaten/Kota yang telah mempunyai peraturan daerah dan peraturan pimpinan daerah yang terkait dengan KTR.[rel/rik]

Komentar Pembaca
Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00