Untuk Kurangi Utang, Mahathir Nego Ulang Proyek Kereta China

Politik  SENIN, 28 MEI 2018 , 05:47:00 WIB

Untuk Kurangi Utang, Mahathir Nego Ulang Proyek Kereta China

Mahatir Mohamad

RMOLSumsel. Malaysia tengah berupaya membatalkan proyek infrastruktur besar dari China, yakni pembangunan rel kereta proyek One Belt One Road (OBOR).

Pembatalan itu bagian dari janji kampanye Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang selalu menyuarakan untuk mengurangi utang dalam negeri yang kian membengkak.


Kata Mahathir, pembatalan proyek rel kereta East Coast Rail Link (ECRL) senilai 55 miliar ringgit Malaysia itu bisa mengurangi total utang hingga 200 miliar ringgit Malaysia.

Sedianya, Malaysia akan mendapat pinjaman dana besar dari China Exim Bank dalam proyek yang membentang 688 kilometer, yang menghubungkan Laut China Selatan dan perbatasan Thailand di Selatan. Proyek ini bahkan digadang akan menjadi rute kapal paling strategis di Selat Malaka.

"Kami akan menegosiasikan ulang. Kesepakatan ini sangat merusak perekonomian kami," tegas Mahathir sebagaimana dikutip Reuters (Minggu, 27/5).

Pria berusia 92 tahun itu menilai bahwa proyek yang diteken Najib Razak itu tidak akan membawa keuntungan spesifik bagi negerinya. Bahkan, kata dia, akan membuat utang Malaysia yang kini mencapai 1 triliun ringgit Malaysia atau setara 80 persen GDP semakin membengkak.

"ECRL, bukan sesuatu yang mampu kami bayar dan tidak akan memberikan keuntungan bagi kami," tegasnya.

Di Indonesia sendiri, pemerintah pernah menawarkan tiga proyek infrastuktur di tiga provinsi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OBOR Mei tahun lalu.

Ketiga proyek itu adalah pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan akses jalan dari Medan hingga Sibolga, di Sumatera Utara.

Kedua, pembangunan proyek infrastruktur energi dan pengembangan pembangkit listrik di Kalimantan Utara. Terakhir adalah proyek peningkatan infrastruktur Bitung-Manado-Gorontalo, sepertijalur kereta api, pelabuhan, dan bandara di Sulawesi Utara. [ian]

Penerbangan Lion Air Jakarta-Kuala Lumpur Diganggu Bom

RMOLSumsel. Penerbangan Lion Air dengan kode JT280 dari Bandar Udara Soekarno-Hatta menuju Kuala Lumpur, Malaysia harus tertunda selama dua jam lebih akibat adanya gangguan dari penumpang yang mengaku membawa bom.

Pesawat lepas landas pukul 14.15 WIB dari jadwal terbang semula pukul 11.40 WIB dan telah mendarat di Kuala Lumpur pukul 17.01 MYT, dengan membawa 127 penumpang dewasa dan enam anak-anak.

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air menjeskan, pesawat mengalami keterlambatan terbang (delayed) dikarenakan ada gurauan bom (bomb joke) dari seorang penumpang laki-laki berinisial YS (25) dengan nomor kursi 9E.

"YS mengatakan kepada penumpang lainnya bahwa ada bom di pesawat ketika dalam proses masuk ke pesawat (boarding). Awak kabin dan beberapa penumpang lainnya mendengar ungkapan YS," kata Danang.

Untuk memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan berdasarkan standar penanganan ancaman bom.

Seluruh penumpang, barang bawaan dan kargo, dikembalikan ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening). Hasil pemeriksaan adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain mencurigakan di pesawat, yang dapat berpotensi membahayakan penerbangan.

Atas kejadian itu Lion Air harus menurunkan YS berikut barang bawaannya dan menyerahkannya ke kepolisian bandar udara," terang Danang. [rhd]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00