Museum dr AK Gani Mengenang Jasa Ibu Soed

Budaya  MINGGU, 27 MEI 2018 , 23:17:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Museum dr AK Gani Mengenang Jasa Ibu Soed
RMOLSumsel.  Museum Pahlawan Nasional dr AK Gani Palembang mengenang Jasa Ibu Soed kemarin. Yaitu bertepatan dengan hari wafat Ibu Soed (Saridjah Niung) di Jakarta tanggal 26 Mei 1993.

Mengapa Museum dr AK Gani menggelar peringatan? Rupanya di museum ini  tersimpan apik koleksi batik pemberian Ibu Soed.

"Ya. Almarhumah Ibu Soed itu hanya membuatkan batik untuk tiga orang. Ketiga perempuan yang dibuatkan batik secara khusus itu adalah Almh Ibu Fatmawati Soekarno, Alhm Ibu Rahmi Hatta, dan Almh Ibu RA Masturah AK Gani," kata Kepala Museum Pahalawan Nasional dr AK Gani GI Priyanti Gani kepada RMOLSumsel, Minggu (27/5).

Menurut Priyanti,  Ibu Soed memberikan cinderamata berupa kain batik kertas tersebut kepada ketiga temannya yaitu RA Masturah Gani, Ibu Fatmawati Soekarno, dan Ibu Rahmi Hatta.

Menurut Priyanti, Ibu Soed  dikenal sebagai pencipta lagu patriotik dan lagu anak-anak, penyiar radio, dramawati, dan seniman batik Indonesia. Ia dianugerahi gelar Satya Lencana Kebudayaan tahun 1983.

Dikutip dari laman Globalplanet.news, berikut ini Biografi Saridjah Niung alais Ibu Soed: Lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 26 Maret 1908 - meninggal 26 Mei 1993 pada usia 85 tahun; lahir dengan nama lengkap Saridjah Niung Bintang Soedibjo setelah menikah Ia lebih dikenal dengan nama "Ibu Soed". Kemahirannya di bidang musik, terutama bermain biola, sebagian besar dipelajari dari ayah angkatnya, Prof. Dr. Mr. J.F. Kramer, seorang pensiunan Wakil Ketua Hoogerechtshof (Kejaksaan Tinggi) di Jakarta pada masa itu, yang menetap di Sukabumi dan mengangkatnya sebagai anak. J.F. Kramer adalah seorang Indo-Belanda beribukan keturunan Jawa ningrat, latar belakang inilah yang membuat ibu Soed dididik untuk menjadi patriotis dan mencintai bangsanya.

Lahir sebagai putri bungsu dari dua belas orang bersaudara, ayah kandungnya adalah Mohamad Niung, seorang pelaut asal Bugis yang menetap lama di Sukabumi kemudian menjadi pengawal J.F. Kramer.

Selepas mempelajari seni suara, seni musik dan belajar menggesek biola hingga mahir dari ayah angkatnya, Saridjah melanjutkan sekolahnya di Hoogere Kweek School (HKS) Bandung untuk memperdalam ilmunya di bidang seni suara dan musik. Setelah tamat, ia kemudian mengajar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS). Dari sinilah titik tolak dasar Saridjah untuk mulai mengarang lagu.

Pada tahun 1927, ia menjadi Istri R. Bintang Soedibjo, sejak saat itulah ia di panggil "ibu Soed" kemudian dikenal dengan nama panggilannya.

Banyak lagu Ibu Soed yang menjadi lagu populer abadi, beberapa antara lain: Hai Becak, Burung Kutilang, dan Kupu-Kupu. Ketika genting rumah sewaannya di Jalan Kramat, Jakarta, bocor, ia membuat lagu Tik Tik Bunyi Hujan. Lagu wajib nasional yang dia ciptakan adalah Berkibarlah Benderaku menjadi populer, a.l. Nenek Moyang, Lagu Gembira, Kereta Apiku, Lagu Bermain, Menanam Jagung, Pergi Belajar, Himne Kemerdekaan, dan masih banyak lagi. [ida]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00