Jangan Mudah Percaya Dengan Hotspot

Ragam  MINGGU, 27 MEI 2018 , 10:54:00 WIB | LAPORAN: RAHMAD RAMLI

Jangan Mudah Percaya Dengan Hotspot

Harry Hartanto/ rmolsumsel

RMOLSumsel. Memasuki musim kemarau, hotspot atau titik api banyak ditemukan di wilayah Sumsel khususnya di lahan gambut. Namun jangan salah, tidak semua hotspot menunjukan kebakaran lahan.

"Titik api suka menipu, misalnya di hutan gambut terkadang cuaca yang panas dan memantulkan cahaya dibaca satelit seperti hotspot. Padahal setelah kita cek tidak ada. Disinilah terkadang jadi masalah," kata Syafrun Yunandi, dari Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel.

Dijelaskan Syafrun, untuk membaca akurasi hotspot tidak cukup dengan satu alat pemantau. Setiap wilayah terkadang berbeda akurasinya. Di wilayah Ogan Ilir dan OKI serta beberapa wilayah rawan kebakaran hutan lainnya, akurasi hotspot paling tidak harus diatas 60 persen. Ada juga yang mencapai 80 persen baru bisa dikatakan titik api.

Itulah terkadang setiap perusahaan perkebunan paling tidak punya alat pemantau lebih dari satu guna memantapkan akurasi.

"Tapi itu juga kadang jadi patokan. Ada yang akurasinya mencapai 40 persen ternyata memang terjadi titik api," terangnya.

Sementara Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Sumsel, Harry Hartanto menegaskan sekaligus membantah tudingan kalau perusahaan perkebunan skala kecil menengah seperti mereka sebagai pelaku pembakaran lahan.

"Secara perusahaan tidak ada untungnya bagi kami. Bahkan dalam satu hektar lahan yang terbakar kami mengalami kerugian sebesar Rp 100 juta. GAPKI sendiri berupaya penuh untuk menjaga kebakaran hutan dan lahan ini," tegasnya. [rhd]

Komentar Pembaca
Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

SENIN, 28 JANUARI 2019 , 08:43:00

Woow.. Ahok Salam 3 Jari

Woow.. Ahok Salam 3 Jari

KAMIS, 24 JANUARI 2019 , 11:16:00

IBADAH IMLEK

IBADAH IMLEK

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 13:10:00