Masih Banyak Perusahaan Sawit Sumsel Yang Ogah Gabung Organisasi

Ekonomi  SABTU, 26 MEI 2018 , 09:38:00 WIB | LAPORAN: RAHMAD RAMLI

Masih Banyak Perusahaan Sawit Sumsel Yang Ogah Gabung Organisasi

RMOLSumsel

RMOLSumsel. Dari ratusan perusahaan kelapa sawit skala kecil dan menengah yang beroperasi di Sumatara Selatan ternyata tidak sampai 50 persen yang tergabung di organisasi. Dampaknya, saat ada masalah maka citra perusahaan sawit secara umum ikut terbawa-bawa.

Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel, Harry Sutanto mengungkapkan, berdasarkan data di Dinas Kehutanan ada 240 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beropasi di Sumatera Selatan. Dari jumlah itu hanya ada 68 perusahaan yang tergabung di Gapki.

GAPKI sendiri adalah organisasi resmi untuk perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan luasan kelola maksimal puluhan ribu hektar. Sayangnya masih banyak perusahaan sawit yang enggan masuk GAPKI dengan berbagai alasan.

"Ibaratnya mereka ini masih cemekkean, takut keluar biaya. Padahal manfaatnya sangat banyak," kata Harry mewakili Ketua GAPKI Sumsel, Sumarjono Saragih.

Imbasnya, mereka yang tidak tergabung di organisasi tersebut saat terjadi masalah seperti kebakaran lahan maka biaya yang dikeluarkan sangat besar. Selain itu tidak ada koordinasi antara sesama pengusaha. Perusahaan perusahaan seperti inilah yang terkadang membuat citra buruk perusahaan sawit di Sumsel.

Untuk perusahaan yang tergabung di GAPKI, untuk mencegah Karhutlah mereka wajib punya menara pantau, personil pemadam yang lengkap dengan peralatannya, tanki air dan lainnya.

"Kebakaran lahan adalah kerugian luar biasa bagi kami. Setidaknya kami mengalami kerugian hingga Rp 100 juta perhektar. Jadi di GAPKI ini, Karhutlah menjadi perhatian besar bagi kami. Kita tidak mau dituding sebagai pembakar lahan, karena itu malah merugikan kami," ucapnya. [rhd]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00