Dicoret dari Daftar Penceramah, Fahri: Rektor Ditekan Pihak Istana...

Politik  JUM'AT, 25 MEI 2018 , 10:19:00 WIB

Dicoret dari Daftar Penceramah, Fahri: Rektor Ditekan Pihak Istana...
RMOLSumsel. Tidak terima namanya dicoret jadi penceramah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahri Hamzah kesal. Dia menuding ada intervensi penguasa di balik pencoretan namanya.

Fahri sedianya menjadi penceramah salat tarawih di Masjid UGM, Selasa (22/5). Tetapi, tiba-tiba Takmir masjid membatalkan. Fahri digantikan penceramah lain. Wakil Ketua DPR itu menuding pihak Istana menekan rektor UGM. "Rektornya ditekan pihak Istana, sehingga rektornya menekan masjidnya, dan masjidnya minta maaf ke saya," ujarnya, kemarin. "Padahal saya adalah koordinator sektor pendidikan dan agama di DPR," imbuhnya.

Fahri bilang, ini kali kedua namanya dicoret sebagai penceramah. Tahun lalu, dia mengalami perlakuan serupa. Tapi untuk tahun ini, Fahri menduga pencoretan tersebut ada kaitannya dengan kebijakan Menteri Agama yang secara sepihak membuat daftar rujukan 200 Mubalig. "Kalau melihat cara masjid kampus ditekan memang ada irasionalitas yang berasal dari rasa takut yang tidak jelas," katanya.

Dia menyayangkan di era demokrasi terbuka, masih ada yang melarang orang berceramah. Menurut dia, bukan zamannya lagi penguasa melarang aktivitas di kampus sebagai tepat mimbar akademik ditegakkan. "Istana ini, dengan mentalitas jadulnya itu melarang. Apa sih pikirannya itu? Jadi mereka anggap masih ada gunanya yang namanya breidel dan larangan," kritik Fahri. "Ini saya ngomong lagi di-streaming. Lebih dari 2 juta setengah orang nonton. Mau di kampus atau di mana pun, bisa ditonton jutaan orang."

Menurut pendiri KAMMI ini, media sosial sekarang melekat di tangan setiap orang dan bisa memviralkan dirinya dengan caranya sendiri, tanpa bisa dilarang-larang. "Tapi kok masih bisa dilarang-larang? Orang menulis status, ditangkap. Bung Ahmad Dhani, salah satunya menulis di Twitter ditangkap. Saya dengar katanya, Twitter-nya yang followers-nya 2,7 juta diambil alih dengan paksa," ucapnya.

Terpisah, Rektor UGM Panut Mulyono membenarkan pihaknya meminta kepada takmir Masjid UGM mengganti nama Fahri dengan penceramah lain. Namun, dia enggan menyebut alasannya.

Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani menjelaskan, Fahri dicoret dari daftar penceramah di masjid UGM lantaran dianggap tokoh yang kontroversial. UGM tak ingin ada kontroversi lantaran sebuah ceramah di masjid kampus. Pencoretan itu dilakukan setelah pimpinan kampus berdiskusi dengan takmir masjid. "Ada beberapa masukan dari beberapa pihak, ini begini, begini, ada beberapa yang dirasa banyak pro kontra," tutur Iva saat dikonfirmasi, kemarin. "Nah jadi untuk mengatasi polemik yang ada di masyarakat, mengatasi perdebatan, kemudian dievaluasi."

Sayang, Iva tak menjelaskan kontroversi macam apa yang ditimbulkan Fahri. Yang pasti selain Fahri, pihak kampus juga mencoret dua nama lain yakni Ismail Yusanto dan Novriyadi. Ismail adalah mantan jubir Hizbut Tahrir Indonesia, sementara Novriyadi adalah dosen internal UGM. "Tiga orang menurut kesepakatan rektorat dan takmir masjid kampus UGM diganti demi menjaga kepentingan bersama," imbuhnya.

Iva mengaku tidak mengetahui siapa yang menggantikan posisi Fahri mengisi ceramah di Masjid Kampus UGM. Namun tidak menutup kemungkinan penceramah dari internal kampus yang disebut Iva jumlahnya memang banyak.

Dia membantah ada tekanan dari pihak manapun terkait keputusan itu. "Nggak, sama sekali tidak benar. Tidak pernah ada dari kementerian, dari istana dari manapun tidak. Tidak ada intervensi dari manapun itu kami tegaskan," pungkasnya. [ida]

Komentar Pembaca
Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini

Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini

KAMIS, 17 JANUARI 2019 , 13:00:00

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

RABU, 16 JANUARI 2019 , 17:00:00

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

RABU, 16 JANUARI 2019 , 15:00:00

Ampera Terbakar

Ampera Terbakar

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 , 16:14:00

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

JUM'AT, 23 NOVEMBER 2018 , 16:14:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

Budaya14 Januari 2019 09:31

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Kriminal16 Januari 2019 19:18

Pasca Juara,  Pesanan Gerga Pagaralam Meningkat
Debat Capres Mampu Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Angkutan Batubara..Peraturan Dishub Kangkangi Pergub Sumsel
Pakar Hukum: Kurang Greget, Copas Program Lama
Volume Transaksi RFB Melonjak 93 Persen

Volume Transaksi RFB Melonjak 93 Persen

Ekonomi18 Januari 2019 12:35

ISNU Siap Bersinergi Dengan Walikota

ISNU Siap Bersinergi Dengan Walikota

Sosial18 Januari 2019 12:20

HD :   Tidak Ada Sekat  Pembatas dengan Rakyat

HD : Tidak Ada Sekat Pembatas dengan Rakyat

PEMPROV SUMSEL18 Januari 2019 11:58

Alpian: Kami Tak Kejar Adipura

Alpian: Kami Tak Kejar Adipura

Politik18 Januari 2019 11:45