Daftar Ulama, Kemenag: Takkan Ditinjau Ulang, Takkan Dicabut...

Politik  SELASA, 22 MEI 2018 , 12:16:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Daftar Ulama, Kemenag: Takkan Ditinjau Ulang, Takkan Dicabut...
RMOLSumsel. Desakan datang dari berbagai pihak, agar Kementerian Agama (Kemenag) membatalkan Daftar 200 Mubaligh yang Direkomendasi. Akan tetapi Kemenag bersikukuh, daftar tersebut takkan dibatalkan bahkan ditinjau ulang saja tidak.

Kemenag beralasan, daftar mubaligh itu masih terbuka untuk ditambahkan. Daftar tersebut dibutuhkan masyarakat sebagai pegangan, untuk membendung kehadiran penceramah yang dianggap menghasut.

"Tidak akan ditinjau, tidak akan dicabut, tapi (Kemenag) akan semakin mendengarkan masukan dari masyarakat, terutama dari ormas-ormas Islam," kata Ketua Balai Litbang Kementerian Agama Muhammad Adlin Sila seperti dikutip dari BBC News Indonesia, Selasa (22/5).

Kemenag sejauh ini terus menerima masukan dari masyarakat tentang nama-nama mubaligh yang layak ditambahkan dalam daftar tersebut.

"Mungkin itu bisa ribuan (jumlahnya)," ungkapnya.

Hanya saja, Adlin belum bisa memastikan apakah nama-nama tambahan dalam daftar itu akan diumumkan ke masyarakat atau tidak.

Semenjak daftar 200 nama mubaligh itu tersebar ke masyarakat, Jumat (18/5), muncul pro dan kontra.  Beberapa nama penceramah agama Islam yang dikenal, seperti Rizieq Shihab dan Abdul Somad, tidak tertera dalam daftar itu, tetapi mubaligh Abdullah Gymnastiar ada di dalamnya.

Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan pada Minggu (20/5), mendesak Kemenag membatalkan daftar tersebut karena berpotensi memecah belah.

Desakan serupa disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mujahid kemarin. Ia meminta Kemenag mencabut Daftar Mubaligh yang Direkomendasi tersebut. [ida]

Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00