Arisan-Investasi Online Telan Korban di Prabumulih, di Antaranya Istri Polisi

Kriminal  SENIN, 21 MEI 2018 , 19:59:00 WIB | LAPORAN: DEDE SUHEN

Arisan-Investasi Online Telan Korban di Prabumulih, di Antaranya Istri Polisi

Korban penipuan investasi-arisan online/RMOLSumsel-dedek

RMOLSumsel. Meski sudah banyak memakan korban, arisan dan investasi online tetap saja menggiurkan. Kali ini puluhan ibu-ibu di Kota Prabumulih menjadi korban penipuan berkedok investasi online dan arisan online.  Tak tanggung-tanggung, kerugian dari kasus penipuan kali ini mencapai  2,4 miliar rupiah.

Santy Sandra Dewi, sang pelaku kini melarikan diri bersama anggota keluarganya. Saat hendak didatangi oleh para korbannya, rumah Santy sudah dalam keadaan kosong tak berisi.

"kemaren itu kami ke rumahnyo, taunyo kondisi rumah lah kosong. Kato tetanggo sebelah malam Minggu jam 11 seluruh barang di rumah itu sudah diangkut pake truk," ujar DV, inisial salah satu korban, Senin (21/5).

DV mengaku kenal dengan Santy dari saudaranya, yang sudah merasakan keuntungan dari investasi dan arisan online yang dibuka oleh pelaku.

"Oleh dio desak terus akhirnyo tanggal 14 kemarin saya investasikan duit Rp 10 juta, lalu dapat kabar Santy ini sudah kabur," ungkapnya.

DV mengatakan total kerugian dari penipuan yang dilakukan pelaku mencapai Rp 2,4 miliar. "sekitar Rp 2,4 miliaranlah. Kalau dihitung-hitung dari jumlah korban," katanya

Senada diungkapkan Erlianti, warga Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih. Berharap dapat keuntungan dan bisa untuk biaya sekolah anaknha, Erli malah mendapat apes.

Uang sebesar Rp 67 juta yang disetorkan  ke pelaku untuk investasi dan arisan online raib sudah. Harapan mendapatkan untung dari arisan online yang rencananya ia terima pada bulan Juli nanti, pupus sudah.

"Kemarin ikut investasi modal Rp 60 juta dan ikut arisan reguler Rp 7,5 juta, rencananya bulan 7 narik," tutur Erli.

Menurut Erli, ketertarikkannya pada usaha yang dikelola Santy, setelah melihat sejumlah anggota yang yang telah lebih dulu investasi mendapat keuntungan. Dari hasil investsi yang dilakukan para anggota mendapat keuntungan sebesar 20 persen.

"sebelumnya yang ikut investasi modal itu sudah nikmati, hasilnya semua dapat semua. Jadi tertarik ikut. Baru ikut 15 hari inilah, sebelumnya dijanjikan keuntungan 20 persen," bebernya.

Erli berharap petugas kepolisian dapat secepatnya memburu pelaku dan meringkus pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

"Kami merasa ditipu. Semoga pelaku cepat tertangkap jadi ada solusinya," terangnya.

Sementara itu Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

Menurut Kasat, modus penipuan yang dilakukan dengan menawarkan imvestasi kepada korbannya melalui media online. Para korban dijanjikan keuntungan sebesar 20 persen setiap 15 hari dari jumlah investasi yang dilakukan.

"Setelah berjalan ada yamg 6 bulan ada yang belum mendapatkan profitnya, pelaku kemudian melarikan diri," tuturnya.

Adapun jumlah korban yang melapor, kata Kasat, berjumalah 30 orang lebih dengan investasi yang dilakukan bervariasi antara Rp 10, Rp 15 sampai dengan Rp 20 juta.

"untuk total kerugian masih kita himpun," jelasnya.

Disinggung terkait adanya istri anggota polisi dan TNI yang menjadi korban penipuan tersebut, Kasat membenarkan. "ada 3 orang istri anggota polisi yang jadi korban," tambahnya. [ida]

Komentar Pembaca
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00