WARNA-WARNI PENDAKWAH

Oleh: Muhammad Sulton Fatoni

OPINI  SENIN, 21 MEI 2018 , 17:08:00 WIB

WARNA-WARNI PENDAKWAH
RIBUAN santri ngaji Ramadhan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Keterbatasan tempat hingga berakibat para santri meluber hingga di jalan. Fenomena santri di Lirboyo ini seakan menjawab polemik isu pendakwah yang akhir-akhir ini menghiasi media.

Kita sudah tahu bahwa beberapa hari lalu telah viral dan menjadi perbincangan publik kemunculan poster dari sebuah Perusahaan plat merah yang isinya list para pendakwah untuk kegiatan Ramadan. Kehebohan mencuat di media sosial mengingat beberapa nama ditengarai sebagai pendakwah yang selama ini materi dakwahnya keluar dari konteks keindonesiaan dan keislaman yang moderat.

Isu poster kemudian direaksi oleh dua fenomena, pertama kemunculan list 200 nama dai positif yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama. Kedua foto suasana santri yang meluber hingga ke jalan saat mengikuti pengajian Ramadan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Kedua realitas ini mencuat hingga kemudian mengundang perdebatan tentang parameter pendakwah. Seperti apakah sosok pendakwah yang ideal itu?

Memasuki hari keempat Ramadan, beberapa pendakwah muncul di Televisi dengan style dan latar belakang yang berbeda-beda. Para pendakwah tersebut--termasuk audiensnya--mengikuti skenario yang telah ditetapkan. Audiens tertawa dan diam pun masuk dalam skenario. Ini fenomena acara dakwah di televisi.

Sedangkan di perkantoran, suasana pengajian Ramadan lebih rileks. Gestur tubuh pendakwah tertata rapi. Performance yang meyakinkan dilengkapi komunikasi yang mumpuni. Audiens pun mengikuti secara santai tanpa kekakuan layaknya di televisi.

Sementara di luar sana, ada lagi fenomena Ramadan yang melibatkan ribuan santri ngaji kepada kiai. Mereka mengikuti kata demi kata yang terucap dari mulut sang kiai. Tanpa skenario namun tak kalah asik dan nikmatnya.

Dakwah itu idealnya dilakukan oleh seorang guru karena pada dasarnya dakwah itu proses belajar mengajar. Maka tidak semua orang boleh berdakwah. Seorang pendakwah yang baik harus memenuhi tiga kriteria, pertama kapasitas keilmuan, ia menguasai ilmu keislaman. Jejak keilmuannya diketahui berikut institusi dan guru-gurunya. Pendakwah juga harus zero interest, tidak berpikir tarif apalagi menjadikannya sebagai profesi. Unsur terpenting lainnya adalah wisdom, yaitu kemampuan menyampaikan nilai sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat.

Ilmu, ketulusan dan kearifan adalah unsur penting bagi seorang pendakwah. Tanpa ketiganya yang terjadi adalah agitasi, amarah dan pengrusakan esensi Islam. Rasulullah bersabda, "Jika suatu perkara diserahkan kepada seseorang yang bukan ahlinya maka tunggu, saatnya akan hancur". [rmol]

Penulis adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBN)

Komentar Pembaca
DEBAT KAKU

DEBAT KAKU

SABTU, 19 JANUARI 2019

Jaman Gelap

Jaman Gelap

RABU, 16 JANUARI 2019

Trend Jilbab: Jilbab sebagai Multi Fenomena
Teleprompter dan 'Kembali ke Laptop' ala Capres
PKB Buka Pintu untuk Semua Partai ....
Nurhadi dan Mimpi Eudaimonia

Nurhadi dan Mimpi Eudaimonia

SENIN, 14 JANUARI 2019

Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini

Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini

KAMIS, 17 JANUARI 2019 , 13:00:00

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

RABU, 16 JANUARI 2019 , 17:00:00

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

RABU, 16 JANUARI 2019 , 15:00:00

Ampera Terbakar

Ampera Terbakar

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 , 16:14:00

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

JUM'AT, 23 NOVEMBER 2018 , 16:14:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

Budaya14 Januari 2019 09:31

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Kriminal16 Januari 2019 19:18

Debat Capres Mampu Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Pasca Juara,  Pesanan Gerga Pagaralam Meningkat

Politik15 Januari 2019 18:12

Ketidakcocokan Janji Dan Realita, Buat Beban Jokowi
Jelang Debat, Jokowi Tidak Melakukan Persiapan
Dibebaskan, Jokowi Ingin Rawat Abu Bakar Ba'asyir
DEBAT KAKU

DEBAT KAKU

OPINI19 Januari 2019 12:20

Ma'ruf Amin Tak Mau Kalah Di Kampung Halaman