Aisyah, Putri Terduga Teroris Nyaman Komunikasi dengan Perawat Wanita

Kriminal  KAMIS, 17 MEI 2018 , 07:58:00 WIB

Aisyah, Putri Terduga Teroris Nyaman Komunikasi dengan Perawat Wanita

Aisyah saat diselamatkan/NET

RMOLSumsel.Aisyah Azzahra Putri, 8, terpental tiga meter akibat ledakan bom yang dilakukan orangtuanya, Tri Murtiono (50) dan Tri Ernawati (43), di Mapolrestabes Surabaya.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menyatakan sudah melakukan serangkaian observasi kejiwaan terhadap Aisyah dan dia sudah mulai bisa menggambar.

Tim ahli dari RS Bhayangkara Polda Jatim meminta Aisyah menggambar sejumlah benda. Gambar-gambar tersebut rupanya merupakan rangkaian tes psikologi untuk Aisyah.

"Dia sudah bisa menggambar, ini rangkaian tes juga," ucapnya, seperti diberitakan JPNN.

Hasil kreasi bocah yang akrab disapa Ais itu bakal langsung dianalisis oleh tim dokter yang berisi para psikolog dan psikiater. Dia menyebut kondisi Ais sudah mengalami kemajuan.

Bocah berusia 8 tahun itu sudah mulai bisa menerima kunjungan dari para dokter yang menanganinya. Hanya saja dia masih memilih orang yang dianggapnya nyaman untuk berkomunikasi.


Orang yang dipilih Ais untuk berkomunikasi, lanjut Susanto, adalah seorang perawat perempuan. Oleh karena itu, dia tidak memaksakan diri untuk mengajak Ais berbicara.

Susanto lantas mencoba berkomunikasi dengan anak terduga teroris lainnya. Seperti Ainur Rahman dan Garida Huda Akbar. Mereka merupakan anak dari terduga pelaku Anton Febrianto yang tewas di Rusun Wonocolo, Taman.

Ternyata, ada pola tertentu yang digunakan untuk berkomunikasi dengan para anak terduga pelaki itu. Anak laki-laki merasa nyaman berkomunikasi dengan perawat atau tim ahli laki-laki. Begitu juga dengan yang perempuan. Mereka lebih memilih orang bergender sejenis yang dianggap nyaman.

Susanto mengecam tindakan pengasuhan yang salah oleh para orang tua anak tersebut. "Ini kejahatan yang serius," cetusnya.

Dia meminta penanganan terhadap ketujuh anak terduga pelaku itu bisa komprehensif dan berkelanjutan. "Ujungnya, jangan sampai dia jatuh ke tangan yang salah," tandasnya.[sri]


Komentar Pembaca
Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

RABU, 16 JANUARI 2019 , 17:00:00

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

RABU, 16 JANUARI 2019 , 15:00:00

KPK Mestinya Panggil Tjahjo

KPK Mestinya Panggil Tjahjo

SELASA, 15 JANUARI 2019 , 15:00:00

Ampera Terbakar

Ampera Terbakar

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 , 16:14:00

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

JUM'AT, 23 NOVEMBER 2018 , 16:14:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

Budaya14 Januari 2019 09:31

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Kriminal16 Januari 2019 19:18

Pasca Juara,  Pesanan Gerga Pagaralam Meningkat
Debat Capres Mampu Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Angkutan Batubara..Peraturan Dishub Kangkangi Pergub Sumsel
Pakar Hukum: Kurang Greget, Copas Program Lama
Volume Transaksi RFB Melonjak 93 Persen

Volume Transaksi RFB Melonjak 93 Persen

Ekonomi18 Januari 2019 12:35

ISNU Siap Bersinergi Dengan Walikota

ISNU Siap Bersinergi Dengan Walikota

Sosial18 Januari 2019 12:20

HD :   Tidak Ada Sekat  Pembatas dengan Rakyat

HD : Tidak Ada Sekat Pembatas dengan Rakyat

PEMPROV SUMSEL18 Januari 2019 11:58

Alpian: Kami Tak Kejar Adipura

Alpian: Kami Tak Kejar Adipura

Politik18 Januari 2019 11:45