Driver Ojol Dikira Teroris, Ternyata...

#hashtag  RABU, 16 MEI 2018 , 19:23:00 WIB | LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA

Driver Ojol Dikira Teroris, Ternyata...

IST

RMOLSumsel. Beredar pesan berantai dari grup whats up banyak menyebarkan penangkapan terduga teroris di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang. Pesan itu semakin viral karena menyatakan Sat Brimobda Sumsel menangkap teroris yang menyamar driver ojek online.

Namun setelah ditelusuri, driver ojol berinisia AT itu bukanlah teroris seperti yang disangkahkan banyak warga. Informasi dihumpun penangkapan bermula saat anggota Satbrimob Polda Sumsel menggelar patroli menggunakan sepeda motor di kawasan SPBU 24.400.103 Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, Rabu (16/5) sekitar pukul 09.30.

Ketika anggota mengisi bensin di SPBU Demang Lebar Daun Palembang, mereka memergoki AT sedang mengambil foto salah seorang anggota Brimob menggunakan ponsel. Petugas pun mengamankan pelaku.

Dari hasil pemeriksaan terhadap barang bawaan pelaku, petugas menemukan senjata tajam jenis pisau hingga akhirnya warga Jalan Dwikora II, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang tersebut dibawa ke Mako Brimob Polda Sumsel untuk pemeriksaan.

Dari tangan AT, petugas menyita tiga unit ponsel, borgol, 6 buah kartu ATM, selip setoran bank, uang Rp 285 ribu, kartu Starbucks, power bank, dan uang mainan pecahan Rp 50.000.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo mengatakan, pengemudi ojek online yang ditangkap karena mengambil foto anggota Brimob Polda Sumsel yang sedang mengisi bensin tidak terkait aksi terorisme. Namun pelaku tetap terkena hukum pidana karena membawa senjata tajam jenis pisau.

Brimob Polda Sumsel telah menyerahkan AT ke Polsek Ilir Barat I Palembang untuk proses lebih lanjut. Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Masnoni membenarkan telah menerima pelaku dari Brimob Polda Sumsel. Secepatnya, pelaku akan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui motifnya.

"Baru saja kita terima serahan tangkapan pelaku dari Brimob. Sekarang lagi siap-siap diperiksa,"ujarnya.

Dari keterangan sementara, kata dia, aksi pelaku tidak terlibat aksi terorisme. Namun, pelaku tetap diproses secara hukum karena membawa senjata tajam dan dikenakan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"Kami pastikan pelaku sama sekali tidak terlibat aksi terorisme. Kasusnya masuk ranah pidana umum, kenapa dia bawa pisau, belum tahu, nanti tunggu pemeriksaan,"tandasnya. [yip]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00