Jokowi Restui Pembentukan Koopssusgab TNI

Hukum  RABU, 16 MEI 2018 , 18:21:00 WIB | LAPORAN: RAHMAD RAMLI

Jokowi Restui Pembentukan Koopssusgab TNI

net

RMOLSumsel. Maraknya aksi teror di Indonesia membuat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bergerak cepat dengan membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI guna membantu Polri menanggulangi terorisme.

Pasukan elit khusus ini langsung disetujui dan restui Presiden Joko Widodo untuk mengaktifkan kembali Koopssusgab.

Persetujuan itu disampaikan langsung Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/5).

"Untuk komando operasi khusus gabungan TNI sudah direstui presiden, dan diresmikan kembali oleh panglima TNI," ucapnya.

Terkait tugas-tugas Koopssusgab TNI ini, lanjut Moeldoko, dipastikan pasukan yang tergabung di dalamnya telah dipersiapkan baik infrastruuktur maupun kapasitasnya, mereka setiap saat bisa digerakkan ke mana pun dalam tempo secepat-cepatnya.

"Tugasnya seperti apa, akan dikomunikasikan antara kapolri dan panglima TNI," tukas mantan panglima TNI ini.

Mengenai payung hukum dengan tegas Moeldoko mengatakan hal itu tidak diperlukan.

"Nggak perlu nunggu. Bahwa sekarang ini pasukan itu sudah disiapkan. Nggak perlu payung hukum. (Satuan ini) di bawah panglima TNI, jadi itu inisiasi penuh dari panglima TNI," tegas dia.

Pasukan pasukan elite khusus ini nantinya berasal dari satuan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus dari TNI AD, Detasemen Jalamangkara (Denjaka), dan Detasemen Bravo 90 dari TNI AU.

"Unsur-unsur di dalamnya kekuatan dari pasukan khusus darat, laut dan udara yang terpilih terbaik," tambahnya.

Sementara mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) mengatakan, ruang aksi teroris ini sebetulnya sudah semakin sempit. Sehingga mereka melakukan apapun untuk memberikan perlawanan.

Butuh totalitas untuk memberantasnya karena para terorisme ini adalah orang-orang yang radikal. Salah satu totalitas itu adalah merevisi undang-undang tentang terorisme.

"Mengenai pendanaan, saya kira tidak besar namun karena mereka radikal maka segala upaya mereka lakukan. Untuk memberantasnya yah perlu totalitas juga," kata Sutiyoso saat wawancara di salah satu stasiun televisi swasta. [rhd]



Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00