Oh... Ini Alasan Perempuan Itu Jadi Pembom Bunuh Diri

Kriminal  RABU, 16 MEI 2018 , 07:57:00 WIB

RMOL. Sepanjang sejarah terorisme, selalu saja ada perempuan yang nekat menjadi pelaku pemboman bunuh diri. Mengapa mereka mau melakukan itu? Ternyata ada empat hal yang dapat memicunya.

Demikian dikemukakan Peneliti Institute for Policy Analysis of Conflict Navhat Nuraniyah seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/5).

Ia memaparkan ada empat motivasi perempuan turun ke lapangan sebagai pelaku bom bunuh diri.

Pertama karena kasus pemerkosaan, kedua motif balas dendam, ketiga sebagai penghormatan, terakhir sebuah penebusan. Empat motif ini sambung Navhat merupakan kajian seorang ahli di Timur Tengah.

Menurut Navhat kasus motivasi pertama terdapat pada kelompok militer dan teroris di Nigeria, Boko Haram.

"Mereka (perempuan) diculik kemudian diperkosa, jadi mereka ini memang dipaksa (melakukan teror). Tapi di Indonesia mungkin kasus ini belum pernah terjadi ya dipaksa dengan ancaman diperkosa atau kekerasan lain itu belum ada saya rasa," paparnya saat diskusi di Rumah Pergerakan Gus Dur, Pegangsaan, Jakarta, Selasa (15/5).

Lebih lanjut, faktor mencari penghormatan diri juga sangat sering dijumpai dibanding faktor balas dendam. Faktor mencari penghormatan ini menurut Nuraniyah terbilang sulit untuk ditangani.

Kasus motivasi ini, sambung Navhat sering ditemukan pada kasus buruh Migran Indonesia yang teradikalisasi. Dengan status sosial yang rendah dan diperlakukan dengan semena-mena  mendorong untuk mencari penghormatan diri yaitu dengan bergabung bersama misi yang dianggap mulia, serta meningkatkan rasa hormat pada diri sendiri dan juga dari orang lain.

"Ini kan susah berhadapan dengan orang seperti ini, bukan pada orang yang merasa dikorbankan, tapi justru cara mereka meraih emansipasi itu dengan mengorbankan diri mereka sendiri," papar Navhat.

Motivasi lainnya yang cukup genting adalah masalah kerentanan individu seseorang yang sedang dalam proses taubat dan mencari tuntunan terhadap dirinya agar bisa menjadi lebih baik.

"Di masa perjalanan taubatnya tersebut dia bertemu ISIS misalnya, bukan karena bodoh, ini pinter orangnya, tapi mereka hanya salah arahan saja," terangnya.

Peneliti muda ini juga menambahkan faktor lainnya selain keempat motivasi tersebut yang kerap bisa ditemukan di Indonesia yaitu faktor Role Model atau Tokoh Panutan.

"Kalau di Indonesia, ada motivasi 'R' yang lain yaitu Role Model, ada contoh yang ditiru, misal organisasi tertentu," ujar Navhat. [ida]

Komentar Pembaca
PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00