Usai Resmikan Pabrik Pusri IIB

Menteri BUMN: Optimis Turunkan Subsidi Hingga Rp 1,88 Triliun

Ekonomi  JUM'AT, 11 MEI 2018 , 13:21:00 WIB | LAPORAN: ERIK OKTA

Menteri BUMN: Optimis Turunkan Subsidi Hingga Rp 1,88 Triliun

Menteri BUMN dan Menteri Perindustrian Didampinggi Dirut PT Pusri Tinjau Pabrik Pupuk Pusri IIB/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Menteri BUMN Rini Soemarno, Jumat (11/5) pagi bersama Menteri Perindustrian Airlangga meresmikan beroperasinya pabrik baru Pusri IIB di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam kesempatannya Menteri BUMN mengatakan, dengan diresmikannya pabrik Pusri IIB menandakan upaya revitalisasi yang digelorakan Pupuk Indonesia dalam rangka meningkatkan daya saing produk baik lokal, regional hingga internasional dapat dicapai nantinya.

"Dengan kata lain, pabrik Pusri IIB senilai Rp 8,5 Triliun itu dibangun sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional," ucapnya kepada Kantor Berita RMOL Sumsel.

Menurut Rini Soemarno, melalui pabrik yang baru beroperasi ini diyakini mampu mengurangi nilai subsidi pemerintah kedepannya.

"Pemerintah realistis dan optimis mampu menurunkan angka subsidi sampai Rp 1,88 triliun," katanya, Jumat, 11 Mei 2018.

Langkah revitalisasi sebelumnya telah berjalan dan berhasil dilakukan di PT Pupuk Kujang. Saat ini sudah dua pabrik sukses direvitalisasi.

"Bayangkan berasa besaran penghematan pemerintah terhadap nilai subsidi yang bersumber dari APBN tersebut," lanjut Rini.

Pemerintah sambung Rini, tidak sebatas merevitalisasi dan menurunkan angka subsidi semata. Pemerintah dalam hal ini turut menjamin harga jual pupuk bakal turun menyesuaikan dengan biaya produksi. "Efek yang sangat luas nantinya dirasakan para petani kita yang menggunakan pupuk akan begitu terasamanfaatnya," jelasnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat menambahkan, sebagaimana diketahui pabrik yang lama dan berumur tua produksinya boros bahan baku gas. Dengan beroperasinya pabrik Pusri IIB ini dipastikan sangat hemat energi, ramah lingkungan dan begitu efisien terhadap konsumsi bahan baku.

"Untuk kapasitas produksi Pusri IIB adalah 907.500 ton urea/tahun dan 660.000 ton amoniak/tahun. Sedangkan untuk konsumsi gas Pusri IIB adalah 24 MMBTU/ton urea, jauh lebih rendah dibandingkan pabrik yang digantikannya (Pusri 2), yang konsumsi gasnya mencapai 37 MMBTU/ton urea. Dan yang terpenting adalah pembangunan pabrik ini 70 persen sumber dana sindikasi bank nasional dan bumd," katanya.

Sedangkan Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Mulyono Prawiro mengatakan pabrik ini dibangun oleh konsorsium Rekayasa Industri dan Toyo (Jepang), dengan total biaya investasi sekitar Rp8,5 triliun. Sumber bahan baku gas untuk PT. Pusri 2B berasal dari Pertamina EP dan Medco.

Selanjutnya mulai tahun 2019-2023 akan dipasok dari Conoco Phillips Grissik, dengan pasokan sebesar 62 MMSCFD. Pabrik ini juga menggunakan bahan bakar batu bara untuk pembangkit steam dan listrik sehingga mengurangi ketergantungan terhadap gas bumi.[rik]



Komentar Pembaca
Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
BENANG MERAH (EPS.151): Tak Ada Paslon Yang Tak Retak
Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00