Anjal Bakal Penuhi Kota Palembang, Begini Antisipasinya

PEMKOT PALEMBANG  SELASA, 08 MEI 2018 , 20:35:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Anjal Bakal Penuhi Kota Palembang, Begini Antisipasinya

Kepala Dinsos Kota Palembang, Heri Aprian/ RMOLSumsel

RMOL. Saat Ramadhan dan jelang Lebaran, diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah anak jalanan (anjal) gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beroperasi di Palembang. Hal itupun mulai diantisipasi oleh Dimas Sosial (Dinsos) Kota Palembang.

Kepada RMOL Sumsel, Kepala Dinsos Kota Palembang, Heri Aprian menyampaikan, akan dilakukan penerapan empat shift tim penjangkauan yang akan mengamankan anjal dan gepeng selama ramadhan.

"Saat Ramadhan anjal dan gepeng pasti bertambah. Kami sudah siap untuk mengantisipasi membludaknya anjal dan gepeng," jelasnya.

Heri menerangkan, dengan bertambahnya shift, maka ada penambahan personil dan tim. Dimana, jika sebelumnya ada 27 personil yang khusus melakukan penjangkauan, maka akan ditambah lagi sembilan personil untuk tambahan shift.

"Satu tim penjangkauan ada sembilan personil yang terdiri dari Petugas Dinsos, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi, TNI dan Tagana. Artinya dengan adanya penambahan shift ini maka total personil berjumlah 36 orang," terangnya.

Selain menambah jumlah personil dan shift patroli, Heri juga akan merubah sistem kerja dengan cara mengacak rute patroli.

"Kita akan acak rutenya dan waktu shift akan dilakukan pagi ke siang, siang ke soreh, soreh ke malam dan malam ke pagi lagi. Artinya kita akan lakukan pengawasan 24 jam," ulasnya.

Heri menerangkan, bulan puasa tahun ini menjadi uji coba sistem kerja yang akan dilakukan saat Asian Games mendatang.

"Jika ini berhasil kita terapkan, maka selama Asian Games tidak akan ada gepeng dan anjal di Palembang yang selama ini banyak datang dari luar daerah Palembang," ungkapnya.

Selama ini, sampai Heri anjal dan gepeng adalah pemain lama yang menjadikan mengemis sebagai mata pencarian. Penambahan shift dan operasional secata acak dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok anjal dan pengemis di Palembang.

"Kita akan tertibkan mereka, karena larangan mengemis dan keberadaan anjal tidak boleh ada di Palembang. Apalagi sebagai tuan rumah Asian Games, maka tidak boleh ada satupun anjal dan gepeng," ulasnya.

Operasional tim penjangkauan yang dilakukan Dinsos sesuai Peraturan Daerah (Perda) 12 Tahun 2013 tentang pembinaan anak jalanan gelandangan dan pengemis. Dimana, akan dilakukan pengamaman dan pengembalian ke keluarga setelah dilakukan pembinaan.

"Kita berharap peran serta masyarakat dalam mengurangi jumlah anjal dan gepeng di Palembang dengan cara sedekah pada tempatnya dan resmi. Jangan ada lagi yang memberi uang kepada anjal dan pengemis, karena akan meningkatkan jumlah mereka," tandasnya. [rhd]




Komentar Pembaca
Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini

Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini

KAMIS, 17 JANUARI 2019 , 13:00:00

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

RABU, 16 JANUARI 2019 , 17:00:00

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

RABU, 16 JANUARI 2019 , 15:00:00

Ampera Terbakar

Ampera Terbakar

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 , 16:14:00

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

JUM'AT, 23 NOVEMBER 2018 , 16:14:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

Budaya14 Januari 2019 09:31

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Kriminal16 Januari 2019 19:18

Debat Capres Mampu Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Pasca Juara,  Pesanan Gerga Pagaralam Meningkat

Politik15 Januari 2019 18:12

Ketidakcocokan Janji Dan Realita, Buat Beban Jokowi
Jelang Debat, Jokowi Tidak Melakukan Persiapan
Dibebaskan, Jokowi Ingin Rawat Abu Bakar Ba'asyir
DEBAT KAKU

DEBAT KAKU

OPINI19 Januari 2019 12:20

Ma'ruf Amin Tak Mau Kalah Di Kampung Halaman