Puluhan Mahasiswa Ini Dapat Pencerahan Soal Hulu Migas

Ekonomi  KAMIS, 26 APRIL 2018 , 16:09:00 WIB | LAPORAN: RAHMAD RAMLI

Puluhan Mahasiswa Ini Dapat Pencerahan Soal Hulu Migas

RMOLSumsel

RMOL. Puluhan mahasiswa dari civitas akademika beberapa universitas di Palembang, mendapat pencerahan mengenai  perkembangan dan tata kelola industri hulu minyak dan gas bumi (migas) baik di Indonesia maupun dunia pada saat ini

Pencerahan ini disampaikan Deputy General Manager Medco E&P Indonesia West Asset Muhammad Zulkifli  dan Vice President Bidang Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Pusat, kemarin.

Dalam kuliah umum Muhammad Zulkifli mengatakan perusahaan migas harus mampu menghadapi era transformasi digitalisasi industri atau revolusi industri tahap keempat (industry 4.0). Dalam acara yang dihadiri  para mahasiswa dan dosen tersebut,  beliau menyampaikan industri migas ke depan penuh dengan tantangan, mulai dari menurunnya harga minyak dunia, regulasi dan kewajiban melestarikan lingkungan hidup yang semakin ketat, serta tuntutan untuk peningkatan efisiensi operasi yang memasuki era baru IR 4.0.

Mahasiswa Program Doktor Corporate Strategic dari UI ini dalam presentasinya yang berjudul ‘Digital Transformation �" Oil & Gas in The Era of IR 4.0’ ini juga menjelaskan bahwa kebutuhan dan permintaan energi dunia akan terus meningkat, termasuk kebutuhan akan migas hingga 2035.

Disisi lain, perkembangan teknologi dan digitalisasi juga mengalami perkembangan yang pesat, yang mau tidak mau membuat mahasiswa harus siap dalam menghadapi tren kemajuan teknologi baru di dunia migas di masa depan.

Perusahaan migas sudah harus menetapkan fokusnya dalam menghadapi tuntutan digitalisasi teknologi terutama dalam aktivitas operasi, eksplorasi, dan produksi pada tahun-tahun ke depan yang berubah sangat cepat," ujar Zulkifli.

Dalam penjelasannya, Deputy GM juga mengungkapkan beberapa tantangan KKKS dalam beroperasi di Indonesia, diantaranya mulai dari perizinan daerah, isu sosial di lapangan, hingga kondisi geologis sumber migas, membuat semua sektor pendukung industri migas harus berubah jikalau tidak mau ter-disrupsi  oleh teknologi.

Hal ini acap kali menjadi tantangan KKKS dan pertumbuhan industri migas nasional. Oleh karena itu, kami berharap para mahasiswa dapat selalu meningkatkan kompetensi dan kemampuannya di bidang masing-masing agar nantinya dapat mendukung perkembangan industri migas dalam negeri sehingga dapat memenuhi target produksi migas Indonesia,” tegasnya. [rhd]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00