Diprediksi, Jokowi Bakal Kehilangan Tiket ke Pilpres 2019

Politik  SENIN, 23 APRIL 2018 , 19:14:00 WIB

Diprediksi, Jokowi Bakal Kehilangan Tiket ke Pilpres 2019
RMOL. Jika ada figur baru yang sangat potensial, Joko Widodo (Jokowi) akan kedodoran menuju Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Sebab ia bisa ditinggalkan partai-partai pendukungnya selama ini.

Demikian dikemukakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah seperti diberitakan JPNN, Senin (23/4).

Menurut Fahri, saat ini Jokowi menikmati popularitas sebagai petahana yang belum mendapatkan lawan. Sebab, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto belum pasti akan maju dalam Pilpres 2019.

Fahri menyebut kondisi itu sama seperti Pilkada DKI Jakarta ketika Basuki Tjahaja Purnama masih belum menemukan lawan dan elektabilitasnya tinggi.  Tidak heran, kata Fahri, bila hasil survei menempatkan Jokowi maupun Ahok pada posisi yang tinggi.

Survei ini, dia lupa bahwa petahana belum ada lawan, Prabowo belum pasti,” kata Fahri di gedung DPR, menanggapi hasil survei Litbang Kompas.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, karena Jokowi belum punya rival maka sampat saat ini mantan Gubernur DKI itu paling populer dan punya elektabilitas tertinggi. Namun, Fahri meyakini, kondisinya akan berbalik begitu ada kepastian tentang figur penantang Jokowi.

Begitu ada lawan semuanya bubar.  Dugaan saya bukan cuma bubar, tapi tidak dapat tiket. Ini peta (pilpres) bisa guncang,” paparnya.

Apalagi, lanjut Fahri, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mengisyaratkan akan mengusung figur baru di Pilpres 2019.
Pak SBY yang bikin statement loh, guncang semuanya (peta politik jelang pilpres, red),” katanya.

Fahri menambahkan, fakta-fakta tentang kinerja Jokowi selama ini yak bisa ditutupi. Misalnya, banyak janji kampanyenya yang belum terealisasi.

Anda mau make up Jokowi seperti apa pun, satu saja dia tidak bisa jawab kenapa janji pemilunya tidak dipenuhi. Tidak usah muter-muter cari argumen lain seperti Transpapua dan Kalimantan,” jelasnya.

Sebab, publik paham soal janji yang tak ditepati. Pemerintah tidak komitmen dengan janjinya,” tegas politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. [ida]

Komentar Pembaca
Metafora Negatif Kubu Petahana

Metafora Negatif Kubu Petahana

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Jokowi Blusukan Bandingkan Harga Komoditas Pangan

Jokowi Blusukan Bandingkan Harga Komoditas Pangan

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 , 14:00:00

#PolitisiOnTheRoad: Priyo, Berkarya, Soeharto dan Prabowo
Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00