Gagal Sikat Miras Oplosan, Kapolres Bakal Dicopot

Sosial  SENIN, 23 APRIL 2018 , 11:35:00 WIB | LAPORAN: RAHMAD RAMLI

Gagal Sikat Miras Oplosan, Kapolres Bakal Dicopot

net

RMOL. Maraknya peredaran miras oplosan di wilayah Indonesia membuat Mabes Polri mengambil upaya tegas kepada seluruh jajarannya.

Selain menghukum para penjual, Polri ingin peredaran miras di lapangan harus habis apalagi saat bulan Ramadan.

Jika sampai miras oplosan masih bererdar saat Ramadan, maka siap-siap para pemimpin satuan wilayah bakal dievaluasi dan dicopot.

Asisten Operasional (Asops) Kapolri, Irjen Deden Juhara mengatakan pihaknya telah mendapatkan instruksi dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk melakukan tindakan tegas terhadap para Kapolres yang di wilayahnya masih ada penjualan minuman keras (miras) oplosan.

Sudah ada instruksi dari pimpinan Polri melakukan tindakan tegas. Kalau memang berulang-ulang situ ya akan dievaluasi. Bila perlu diganti ya (kapolres),” kata dia di Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/4).

Menurut dia, dengan masih beredarnya miras, maka bisa dikatakan ada pembiaran yang dilakukan oleh pimpinan wilayah tersebut.

Pimpinan Polri tidak mengharapkan itu. Kami ganti, kami evaluasi sampai ke tingkat wilayah sampai paling ujung,” tegas dia.

Diketahui, Polri sudah mengungkap kasus miras oplosan yang menewaskan hampir 100 orang di Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Ratusan orang itu semuanya tewas dalam waktu berdekatan.

Dalam kasus itu, satu pabrik besar di kawasan Cicalengka, Jabar sudah diungkap beserta bosnya. Kini pelaku bernama Syamsudin sedang menjalani proses hukum.

Di Sumsel, peredaran Miras oplosan juga sempat marak beredar. Meski belum menimbulkan korban jiwa namun kandungan miras itu sungguh membahayakan.

Di Kabupaten Musi Banyuasin misalnya, puluhan ribu botol Miras siap edar berhasil diamankan Polres Muba beberapa waktu lalu.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, menjelaskan dari pengakuan para pelaku, produksi miras oplosan merek mansion dan Vodka sudah berproduksi sekitar 2 Minggu dengan omset mencapai Rp 150 juta. Sedangkan untuk penjualan sudah dikirim pelaku ke Lahat dan Baturaja. Dengan total mencapai 12 ribu lebih botol miras oplosan beredar.

"Selain mengamankan ribuan botol miras baik yang siap edar dan siap dikemas. Kami juga telah mengamankan peralatan pembuatan miras oplosan tersebut seperti alat pres label, alat pres tutup botol dan lainnya." bebernya.

Untuk 1 botol miras oplosan dijual pelaku seharga Rp 20 ribu/ botol. Kandungan miras yang diproduksi juga tergolong membahayakan dan tidak higienis. Selain campuran alkohol murni, airnya juga diambil dari got atau parit serta dicampur pewarna tekstil. [rhd]

Komentar Pembaca
Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

Merah Putih Terpanjang di Persawahan

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 09:57:31

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

Video Bukti Upaya Pembunuhan Wiranto Bukan Rekayasa

JUM'AT, 11 OKTOBER 2019 , 16:08:49

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00