Romantisnya Barbara Bush, Masih Jatuh Cinta di Usia 92 Tahun

Ragam  SELASA, 17 APRIL 2018 , 13:11:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Romantisnya Barbara Bush, Masih Jatuh Cinta di Usia 92 Tahun

Barbara Bush/net

RMOL.  Barbara Bush, mantan ibu negara Amerika Serikat (AS), sakit di masa tuanya. Perempuan 92 tahun ini memilih menghabiskan hari-hari di kediamannya bersama keluarga.

’’Saya tak yakin Tuhan akan mengenali saya. Saya punya bagitu banyak bagian tubuh yang baru’’. Sebaris kalimat yang ditulis Barbara Bush itu tertuang di Smith Alumnae Quarterly yang terbit Maret lalu. Dia mengisi tulisan di kolom class note.

Dulu Barbara pernah menempuh pendidikan di Smith College, Northampton, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), sebelum akhirnya keluar untuk menikah dengan George H. W. Bush yang menjadi presiden ke-41 AS.

Dalam tulisannya, first lady ke-37 AS tersebut menegaskan bahwa dirinya melakukan begitu banyak operasi dan perawatan medis. Orang bahkan mungkin tak memercayainya, tapi itulah faktanya.

Barbara berkali-kali keluar masuk rumah sakit dan berganti organ tubuh. Maret 2009 lalu dia mengganti katup aorta. Pada tahun baru 2013, dia harus dirawat karena terserang pneumonia.

Sebulan setelah tulisan tersebut terbit, kabar buruk datang. Kondisi kesehatan Barbara menurun. Perempuan berjuluk Silver Fox atau Rubah Perak gara-gara rambutnya memutih lebih cepat itu tak mau lagi menjalani pengobatan di rumah sakit.

Dia ingin tinggal di rumahnya yang terletak di Houston, Texas, dan ditemani orang-orang tercintanya. ’’Dia dikelilingi keluarga yang dicintainya dan menghargai banyaknya pesan dan doa yang diterima,’’ ujar Jim McGrath �"juru bicara keluarga Bush�" Minggu (15/4), sebagaimana dilansir The Guardian.

Tidak ada pernyataan detail mengenai penyakit yang diderita ibu mantan presiden George W. Bush tersebut. Mereka hanya menyatakan bahwa Barbara belakangan keluar masuk rumah sakit.

CNN melansir bahwa Barbara sudah lama menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan gagal jantung kongestif. Dia juga menderita Grave' disease, semacam penyakit autoimun karena kelenjar tiroid terlalu aktif.

Barbara memang mendapatkan banyak ucapan dan doa untuk kesembuhannya. Salah satunya dari orang nomor satu di Gedung Putih. Presiden Donald Trump dan Melania tak mengucapkan secara langsung memang, tapi lewat Jubir Gedung Putih Sarah Sanders.

Saat masih menjadi first lady, Barbara dikenal dengan ucapannya yang kerap blak-blakan. Dia bahkan pernah menyatakan lebih tertarik menjadi ibu rumah tangga daripada membantu suaminya memimpin negeri.

Barbara juga dikenal sebagai sosok yang sederhana. Salah satunya gara-gara kalung mutiara palsu yang dikenakannya saat sang suami dilantik. Saat itu dia mengaku memakai kalung tersebut untuk menutupi keriput di lehernya.

Dalam sejarah AS, Barbara adalah satu-satunya perempuan yang melihat suami dan putranya disumpah menjadi presiden. Delapan tahun setelah meninggalkan Gedung Putih, Barbara menjadi saksi saat sang putra, George W. Bush, disumpah menjadi presiden ke-43 AS.

Putra Barbara yang lain, Jeb Bush, sempat mencalonkan diri sebagai kandidat presiden dari Partai Republik. Sayang, nasib tak berpihak kepadanya. Dia dikalahkan Trump.

Hanya ada satu sosok lagi yang suami dan putranya menjadi presiden AS, yaitu Abigail Adams. Dia menjadi saksi saat sang suami, John Adams, menjadi presiden ke-2 AS. Namun, dia telah berpulang saat putranya, John Quincy Adams, terpilih sebagai presiden pada 1824.

’’Barbara Bush memiliki karakter yang menginspirasi, ikonik, dan besar seperti halnya Texas,’’ ujar Gubernur Texas Greg Abbott. Keluarga Bush pindah ke Texas pada pertengahan 1940-an.

Barbara dikenal sangat mencintai suaminya. Dalam tulisannya di Smith Alumnae Quarterly, dia mengungkapkan masih jatuh cinta dengan pria yang telah dinikahinya selama 72 tahun itu.

’’George Bush memberi saya segalanya. Dia yang terbaik, bijaksana, dan penuh kasih,’’ tulis Barbara.

Di antara deretan presiden AS, Barbara dan suaminya termasuk yang usia pernikahannya paling lama. Mereka merajut tali pernikahan pada 6 Januari 1945.

Saat masih bertunangan, Bush ikut dalam Perang Dunia Kedua dan menjadi pilot pesawat pengebom. Dia menamai tiga pesawat yang dikendarainya dengan nama sang kekasih, Barbara, Barbara II, dan Barbara III. [ida/jpnn]

Komentar Pembaca
Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00