Disebut Abal-abal dan Ilegal, Dirut PDD AKN OKU: Kita Kantongi SK Menristekdikti

Daerah  SELASA, 17 APRIL 2018 , 08:40:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Disebut Abal-abal dan Ilegal, Dirut PDD AKN OKU: Kita Kantongi SK Menristekdikti

Drs Arief Basuki MT/RMOLSUMSEL

RMOL. Ketua Panitia Program Diluar Domisili (PDD) AKN OKU, Drs Arief Basuki MT menegaskan PDD AKN OKU tidak abal"abal apalagi disebut illegal.

Sebab menurut dia, bagaimana mungkin AKN OKU dianggap illegal padahal telah mengantongi SK dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI. "PDD AKN OKU dibawah binaan Polsri,” ucap Arief.

Diceritakan Arief, sebelum diumumkan hasil seleksi pendirian calon AKN pada 28 September 2015, panitia PDD AKN OKU, termasuk di dalamnya Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis, Drs H Mahyudin Helmi dan dirinya bersama pantia yang lain, sejak 2012 telah berjibaku dan mempersiapkan segala sesuatunya agar di Bumi Sebimbing Sekundang ada Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Namun, saat itu harapan kita hampir sirna karena ada moratorium,” ungkap Arief.

Namun, lanjut Arief, harapan OKU ada PTN kembali hidup ketika ada kesempatan dari Kemenristek Dikti.

Atas izin Bupati, pihaknya kembali menyusun proposal dan menyusun rencana strategis untuk kembali menyalakan asa yang tertunda.

Akhirnya, pada 28 September 2015 datang surat dari Kemenristek Dikti Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi nomor 390/C/KL/2015, keluar hasil pengumuman hasil seleksi pendirian calon akademi komunitas tahun 2015.

Dari 25 Kabupaten/Kota Se Indonesia, OKU bersama 6 kabupaten lainnya dinyatakan terpilih mendirikan Akademi Komunitas,” terang Arief.

Kemudian, lanjut Arief, pada 4 Desember 2015 terbit surat keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi nomor 133/KPT/I/2015 tentang Pembukaan Program Studi Teknik Sipil Program Diploma Dua dan Program Studi Akuntasi Program Diploma Dua pada Politeknik Negeri Sriwijaya dan diselenggarakan di Kabupaten OKU, Propinsi Sumatera Selatan.

Kita (AKN OKU) merupakan binaan Polsri. Jadi, setiap program AKN diawasi Polsri,” imbuh Arief.

Dikatakan Arief, apabila syarat dari Kemenristek Dikti telah terpenuhi maka AKN OKU menjadi mandiri, tidak lagi dibawah binaan Polsri. Syarat utamanya yakni Pemkab OKU menghibahkan lahan ± 5 Ha dan diatas lahan terdapat gedung.

Kita targetkan, 2019 mendatang semua syarat terpenuhi dan AKN OKU menjadi mandiri. Lokasinya di eks TK/SD Model Baturaja di lokasi yang saat ini,” tukas Arief.

Terkait fasilitas, AKN OKU mendapat bantuan ± Rp 3.2 M. Namun, bantuan tersebut bukan berupa uang melainkan sarana dan prasarana kelengkapan AKN OKU. Seperti, komputer, peralatan kantor, peralatan akuntansi, peralatan praktek survey pemetaan, AC, sound system dan prasarana lainnya.

"Bantuan ini digulirkan 2 periode. Periode pertama Rp 2 M dan periode kedua Rp 1.2 M,” ungkap Kepala SMKN 2 OKU ini.

Diungkapkan Arief, pada angkatan pertama tahun ajaran 2016/2017, AKN OKU meluluskan 92 mahasiswa yang terdiri mahasiwa jurusan teknik sipil dan mahasiswa jurusan akuntansi. Tahun ini, mahasiswa AKN OKU berjumlah 169 mahasiswa.

Kalau sudah mandiri baru nambah jurusan dan program diploma IV. Sekarang, walau peminatnya banyak, namun masih dibatasi,” ujar Arief.

Arief enggan mongementari salah satu oknum intelektual yang menyatakan AKN OKU abal " abal alias illegal. Namun, dirinya menyayangkan pernyataan tersebut. AKN OKU jangan dijadikan saingan melainkan jadikan peluang,” pungkas Arief kepada Kantor Berita Politik RMOL Sumsel, Selasa (17/4).[rik]

Komentar Pembaca
Sahabat Rocky Gerung Melawan!

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

KAMIS, 19 APRIL 2018 , 11:00:00

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

SELASA, 17 APRIL 2018 , 13:00:00

Suriah Kalahkan Amerika Serikat!

Suriah Kalahkan Amerika Serikat!

SELASA, 17 APRIL 2018 , 11:00:00

Jalan Cor Batu Kuning Telan Korban”

Jalan Cor Batu Kuning Telan Korban”

SENIN, 12 MARET 2018 , 15:20:00

Progres Taman LRT

Progres Taman LRT

SELASA, 06 MARET 2018 , 10:59:00

Cawako-Cawawako Sampaikan Visi Misi

Cawako-Cawawako Sampaikan Visi Misi

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 , 10:17:00