Dengan APPIK, Pemerintah Lindungi Pembudidaya Ikan Skala Mikro

Sosial  MINGGU, 15 APRIL 2018 , 21:25:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Dengan APPIK, Pemerintah Lindungi Pembudidaya Ikan Skala Mikro
RMOL. Program Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK),  yang diluncurkan tahun lalu, mengundang antusiasme para pembudidaya ikan di berbagai daerah di Indonesia.  

Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP) mencatat hingga Maret 2018 sebanyak 133 peserta asuransi telah melakukan klaim dengan total nilai mencapai Rp346 juta untuk mencover setidaknya 69,2 hektar tambak  udang yang tersebar di 9 Kabupaten/Kota yakni Karawang, Indramayu, Tegal, Serang, Sumenep, Lampung Selatan, Langsa Barat, Kolaka Utara dan Pangkep.

"Laporan yang diterima KKP, pengajuan klaim asuransi tersebut secara umum disebabkan kegagalan produksi akibat wabah virus udang, dan banjir," kata Dirjen  Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto.

Dalam keterangannya yang diterima redaksi hari ini, Minggu (15/4), Slamet mengatakan  tingginya minat pembudidaya Ikan sebagai peserta APPIK diharapkan meningkatkan motivasi berusaha dan optimisme di kalangan pembudidaya ikan kecil.

Program APPIK menjadi bagian penting peran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada pembudidaya ikan skala usaha mikro.

"Pembudidaya sekarang tak perlu khawatir untuk terus melanjutkan usahanya," kata Slamet.

Dulu mereka sulit bangkit  paska mengalami kegagalan akibat minim kemampuan pembiayaan. Sekarang melalui APPIK ini, mereka bisa kembali melanjutkan usahanya. Untuk tahap awal ini, Pemerintah yang akan menanggung premi asuransi untuk jangka waktu setahun ke depan sejak Desember tahun 2017.

"Karena program asuransi pembudidaya ikan ini kali pertama di Indonesia, kita coba stimulan dulu untuk setahun ini," katanya.

Diharapkan kelak para pembudidaya akan mampu secara mandiri mengikuti program ini. Di sisi lain, pihak pemberi jasa asuransi akan semakin yakin dan percaya dengan melihat antusiasme pembudidaya saat ini.

Slamet yakin jika seluruh elemen terkait turut berperan dalam memberikan akses pemberdayaan dan perlindungan bagi pembudidaya, maka sektor rill ini akan jadi tumpuan perekonomian nasional.

Sebelumnya, Imam Salah satu peserta APPIK di Kabupaten Indramayu mengaku sangat terbantu dengan program ini. Ia, menuturkan paska kegagalan produksi udang akibat virus, saat ini dirinya bisa memanfaatkan nilai klaim sebesar Rp. 3 juta untuk beli benur lagi.[ida]

Komentar Pembaca
Sahabat Rocky Gerung Melawan!

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

KAMIS, 19 APRIL 2018 , 11:00:00

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

SELASA, 17 APRIL 2018 , 13:00:00

Suriah Kalahkan Amerika Serikat!

Suriah Kalahkan Amerika Serikat!

SELASA, 17 APRIL 2018 , 11:00:00

Jalan Cor Batu Kuning Telan Korban”

Jalan Cor Batu Kuning Telan Korban”

SENIN, 12 MARET 2018 , 15:20:00

Progres Taman LRT

Progres Taman LRT

SELASA, 06 MARET 2018 , 10:59:00

Paslon Pagaralam Duduk Bersama

Paslon Pagaralam Duduk Bersama

JUM'AT, 02 MARET 2018 , 10:57:00