Drama Kasus Setnov Berakhir 24 April Nanti

Hukum  JUM'AT, 13 APRIL 2018 , 23:55:00 WIB | LAPORAN: RAHMAD RAMLI

Drama Kasus Setnov Berakhir 24 April Nanti

net

RMOL. Bila tidak ada halangan drama kasus mega korupsi proyek e-KTP yang melibatkan politisi Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) akan berakhir pada 24 April mendatang.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang dipimpin Yanto berencana membacakan vonis untuk mantan Ketua DPR itu pada 24 April mendatang.

Rencana itu disampaikan Hakim Yanto saat memimpin persidangan terhadap Novanto dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi, Jumat (13/4). Menurutnya, majelis membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dan pledoi Novanto.

"Kami harus mempertimbangkan antara tuntutan kemudian juga pleidoi. Karena itu (sidang pembacaan putusan dilanjutkan,red) pada Selasa, 24 April," katanya sebelum mengakhiri sidang hari ini.

Hakim Yanto lantas menanyakan apakah ada hal lain yang ingin disampaikan Novanto. Namun, karena mantan ketua umum Golkar itu tak punya hal lain untuk disampaikan kepada majelis hakim maka Yanto pun menutup sidang.

Sebelumnya tim penasihat hukum Novanto meminta majelis hakim menyatakan kliennya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pada pengadaan e-KTP. Penasihat hukum menilai dakwaan jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak terbukti di persidangan.

"Kami mohon majelis hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Karena itu membebaskan terdakwa dari segala dakwaan atau melepaskan dari tuntutan hukum," ujar Maqdir Ismail selaku koordinator tim penasihat hukum Novanto.

Namun, tim JPU KPK menolak pembelaan Novanto. JPU tetap meminta ke majelis hakim agar menyatakan Novanto bersalah dan menjatuhkan hukuman 16 tahun penjara plus denda Rp 1 miliar serta pengganti kerugian negara USD 7,4 juta.

Jaksa KPK tetap teguh dengan tuntutan yang telah disampaikan pada persidangan yang lalu dengan menuntut 16 tahun penjara.

"Secara umum kita menolak nota pembelaan dan kami tetap pada tuntutan kami pada Kamis, 29 Maret 2018," ujar Jaksa Maman di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (13/4)

Jaksa KPK tetap dengan pendirian mereka bahwa Setya Novanto dituntut dengan hukuman pidana selama 16 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan subsider 6 bulan.

Selain itu ia, Novanto juga diminta mengganti 7.435.000 Dollar AS dipotong dengan uang Rp 5 miliar yang telah dikembalikan ke pihak KPK dan dicabut hak berpolitiknya. [rhd]

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00