Asian Games Marak Plagiat Demi Kepentingan Komersil

Olahraga  RABU, 11 APRIL 2018 , 16:58:00 WIB | LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA

Asian Games Marak Plagiat Demi Kepentingan Komersil

RMOLSUMSEL

RMOL. Perhelatan multi even olahraga Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang sangat berdampak positif untuk perekonomian masyarakat. Dengan demikian banyak pihak memanfaatkan untuk mendompleng logo, maskot, dan warna Asian Games untuk kepentingan pribadi yang bersifat komersil.

Padahal hal itu sudah termasuk pelanggaran hak cipta. Untuk itu INASGOC selaku panitia pelaksana Asian Games 2018, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan hal itu. Jika hal ini sampai terjadi, maka INASGOC tidak akan segan-segan menggiring permasalahan tersebut ke ranah hukum.

Direktur Departemen Revenue Deputi II INASGOC, Hasani Abdul Gani, saat menggelar Sosialisasi Anti Ambush Marketing di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (11/4/2018). Menurutnya, imbauan itu disampaikan karena akhir-akhir ini sudah marak penjualan pernak pernik dengan logo atau maskot Asian Games oleh pihak yang bukan berstatus sebagai partner.

Bukan cuma itu, ada sebuah perusahaan swasta yang memajang baliho bergambar Gubernur Sumsel, Alex Noerdin dengan tulisan dukungan terhadap Asian Games 2018. Untuk permasalahan ini, pihaknya tidak mengirimkan surat teguran kepada perusahaan yang terkait, melainkan kepada pihak Pemprov Sumsel.

"Mungkin merka belum tahu kami bisa maklum. Tapi kalau sudah tahu, lalu tetap nekat menjual barang dengan memakai logo, maskot atau sesuatu yang berhubungan dengan Asian Games, maka kami akan somasi. Kami akan berikan somasi pertama, kedua, ketiga dan selanjutnya baru ke penegakan hukum," katanya.

Untuk memastikan larangan tersebut, kata Hasani, pihaknya akan membentuk tim Satuan Tugas (Satgas), guna memantau langsung penjualan pernak pernik Asian Games 2018 yang tidak memiliki hak sponsorship dari INASGOC.

"Sekarang ini adalah momen yang tepat untuk kampanyekan pencegahan itu. Kami ingin mengedukasi masyarakat, lalu mengimbau agar tidak memakai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) INASGOC yang sudah didaftarkan ke Kemenkumham," jelasnya.

Hasani menyebutkan ada beberapa ambush marketing Asian Games 2018 yang sudah terjadi, salah satunya di kawasan Sumatera Selatan. Terdapat sebuah perusahaan swasta yang bukan sponsor resmi Asian Games 2018, tetapi memajang baliho dengan menuliskan kalimat dukungan terhadap ajang multi-event tersebut.

"Aksi tersebut menjadi ancaman bagi INASGOC selaku penyelenggara, karena merugikan komitmen terhadap sponsor-sponsor resmi Asian Games 2018. Kami ingin mengedukasi publik dan pemilik perusahaan," jelasnya.

Dia menegaskan, apabila perusahaan swasta tersebut masih memasang atribut Asian Games pada 14 hari sebelum pembukaan atau 5 hari setelah pembukaan, maka perusahaan yang bersangkutan akan ditutup selama waktu yang sudah ditentukan.

"Jadi di setiap venue pertandingan Asian Games nanti tidak ada spanduk yang bertuliskan atau memakai logo dan maskot, kecuali perusahaan tersebut sudah terdaftar menjadi salah satu sponsorship," pungkasnya. [yip]





Komentar Pembaca
PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00