Selain Payung Hukum, Petani Banyuasin Dijamin Asuransi

Laporan: Bubun Kurniadi

Ekonomi  SELASA, 10 APRIL 2018 , 09:58:00 WIB

Selain Payung Hukum, Petani Banyuasin Dijamin Asuransi

Foto/Net

RMOL. Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, nelayan dan pembudidaya ikan yang disahkan DPRD dan Bupati Banyuasin pada November 2017 juga menyediakan asuransi sebagai bentuk jaminan akan hasil pertanian dan perikanan.

Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin sesuai dengan kewenangannya wajib melindungi usaha tani dalam bentuk asuransi pertanian.

"Asuransi pertanian ini melindungi petani dari kerugian akibat bencana alam, serangan OPT, dampak perubahan iklim yang menyebabkan gagal panen," kata Irian Setiawan kepada Kantor Berita Politik RMOL Sumsel, Selasa (10/4).

Pemerintah juga diharuskan memfasilitasi setiap petani untuk menjadi peserta asuransi pertanian dengan menyediakan fasilitas meliputi kemudahan pendaftaran, kemudahan akses, medapatkan sosialisasi program dan bantuan pembayaran premi jika terjadi musibah.

Sementara itu Bupati Banyuasin, SA Supriono menambahkan, guna mengantisipasi terjadinya gagal panen para petani diimbau mengasuransikan areal persawahannya.

Manfaat dari asuransi sawah ini, yaitu jika nantinya ada sawah milik para petani tersebut gagal panen. Maka akan mendapatkan ganti kerugian.

Oleh karena itu, diharapkan kepada para petani yang ada di Banyuasin untuk segera mendaftarkan asuransi sawah tersebut kepada pemerintah.

Untuk diketahui lanjut SA Supriono, usaha di sektor pertanian khususnya usaha tani padi dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi, antara lain kegagalan panen yang disebabkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit atau organisme penggangu tumbuhan (OPT) yang menjadi sebab kerugian usaha petani.

Untuk menghindarkan dari keadaan tersebut pemerintah saat ini memberikan solusi terbaik berupa program Asuransi Usaha Tani Padi, yang diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap resiko ketidakpastian dengan menjamin petani mendapatkan modal kerja untuk berusaha tani dari klaim asuransi. Dari jaminan perlindungan ini maka petani dapat membiayai pertanaman di musim berikutnya.

​Diselenggarakannya program ini bertujuan memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat resiko banjir, kekeringan, dan serangan oraganisme pengganggu tumbuhan. Mengalihkan kerugian akibat resiko banjir, kekeringan dan serangan OPT melalui pihak lain yakni pertanggungan asuransi.

"Sasarannya, terlindunginya petani dengan memperoleh ganti rugi jika mengalami gagal panen," pungkasnya.

Resiko yang dijamin meliputi banjir, kekeringan, serangan hama dan OPT. Hama pada tanaman padi antara lain, wereng coklat, penggerek batang, walang sangit, keong mas, tikus dan ulat grayak. Sedangkan penyakit pada tanaman padi antara lain, tungro, penyakit blas, busuk batang, kerdil rumput, dan kerdil hampa. Serangan hama dan penyakit ini akan mengakibatkan kerusakan yang dapat mengakibatkan gagal panen sehingga petani akan mengalami kerugian.[rik]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

Mabes Polri Fokus Berantas Hoax

SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 19:00:00

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

Rizal Ramli Gugat Surya Paloh Rp 1 Triliun

SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00