Sukses Gelar Debat,KPU Beharap Ini Jadi Pendidikan Politik

advertorial  SELASA, 27 MARET 2018 , 16:11:00 WIB | LAPORAN: DELTA HANDOKO

Sukses Gelar Debat,KPU Beharap Ini Jadi Pendidikan Politik

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagaralam sukses menggelar debat publik tahap pertama Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam priode 2018-2023.

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagaralam sukses menggelar debat publik tahap pertama Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam priode 2018-2023.

Debat Publik dilaksanakan di Gedung Serbaguna SD Negeri 74 Gunung Gare Kota Pagaralam,Selasa (27/3).

Hadir sebagai panelis yakni Prof.Didik Susetyo Guru besar ekonomi Unsri,kemudian DR.Febrian Dekan Fakultas Hukum Unsri,lalu DR Ardivan Septawan ilmuwan dan sospol dari Unsri.

Hadir pula dalam acara tersebut Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Kota Pagaralam,masing-masing timses paslon,golongan masyarakat Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat,dan Perguruan Tinggi.

Dalam kesempatan itu pula KPU memberikan penghargaan berupa piagam kepada masing-masing paslon dan juga fanelis,serta untuk selalu menjaga agar pilkada Kota Pagaralam berjalan dengan damai masing Paslon juga diminta untuk membubuhkan tanda tagan.

Ketua KPU Pagaralam Yenli Elmanoferi dalam sambutanya mengatakan bahwa debat publik paslon ini adalah momen penting bagi masing-masing paslon untuk menyampaikan Visi dam Misi Mereka ke masyarakat.
 
"Karena debat ini merupakan kali pertama dilakukan dalam pilkada Kota Pagaralam,"paparnya.

Ia mengatakan,dengan adanya debat publik ini juga berharap dapat memberika serta menjadi pendidikan politik bagi seluruh masyarakat Kota Pagaralam .

"Karena sudah saatnya masyarakat cerdas dan pintar dalam memberikan hak suaranya siapa yang baik menurut mereka untuk memimpin Kota Pagaralam Priode berikutnya,"ungkapnya.

Yenli pun menegaskan,debat publik juga bertujuan untuk membuktikan kepada semua orang bahwa apa yang selama ini menajadi kekahwatiran semua pihak bahwa Pilkada Kota Pagaralam termasuk Kota Paling rawan akan pelanggaran.

"Namun terbukti,saat debat ternyata sama sekali tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti gesekan antar pendukung dan intimidasi sesama paslon baik berbentu ucapan maupun tindakan,"pungkasnya. [Adv]


Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00