Untuk Selamatkan Kaum Perempuan, Pemkot Gelar Seminar tentang Nikah Siri

PEMKOT PALEMBANG  RABU, 21 MARET 2018 , 20:58:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Untuk Selamatkan Kaum Perempuan, Pemkot Gelar Seminar tentang Nikah Siri

Seminar tentang Nikah Siri/RMOLSumsel-Andi

RMOL. Kurangnya pemahamam terkait nikah siri, membuat pernikahan yang tidak diakui oleh negara ini terus berkembang di Palembang. Hal itu dapat dilihat dari program nikah massal yang rutin dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang setiap tahun.

Melihat kondisi itu, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Palembang terus aktif menggelar sosialisasi terkait kerugian yang dialami pasangan yang menikah siri.

Kepala Badan P3APM Kota Palembang Sadrudin Hadjar mengemukakan, meski tidak memiliki angka pasti, diketahui pasangan nikah siri di Palembang cukup tinggi.

Hal itu dikeranakan kurangnya pemahaman hukum agama dan negara terkait dengan persoalan nikah yang tidak diakui negara tersebut.

"Seminar dampak nikah siri yang kami adakan hari ini, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, jika nikah siri tidak dapat dibenarkan," jelasnya usai membuka seminar dampak nikah siri di Hotel Duta Palembang, Rabu (21/3/18).

Pria yang akrab disapa Andre ini menerangkan, hari ini pihaknya mengundang mahasiswi dari beberapa Universitas. Karena hal itu diharapkan dapat menjadi penyampai terkait persoalan nikah siri yang dapat merugikan perempuan.

"Nikah siri secara agama tidak bisa segampang seperti yang terjadi pada beberapa contoh. Karena, nikah siri juga harus dibenarkan secara hukum agama yang berkaitan juga dengan negara," ungkapnya.

Andre mengemukakan bahwa banyak kerugian yang dialami perempuan yang menikah siri. Di antaranya adalah di saat pasangan pria merasa tidak cocok lagi atau mengalami perceraian.

Si perempuan tidak bisa menuntut apapun, baik harta materil maupun hak asuh anak. Karena semua itu tidak tercatat di negara.

"Misal suaminya meninggal, istri yang nikah siri ini juga tidak berhak untuk mendapatkan warisan," katanya.

Selain itu sambungnya, meski tak terjadi perpisahan antara pasangan nikah siri ini. Maka ke depan akan berpengaruh kepada kepentingan anak. Karena belum tercatat di negara‎, maka anak-anak tersebut tidak dapat mendapatkan akte kelahiran.

"Pokoknya merugikan perempuanlah, untuk itu kami menyarankan untuk nikah secara sah baik secara agama maupun negara," ungkapnya.

Meski tak bisa menyebutkan data, Andre mengatkanpernikahan siri di kota Palembang masih banyak terjadi. Hal itu tergambar dengan masih banyaknya warga Palembang yang mengikuti nikah massal saat digelar oleh Pemerintah kota (Pemkot) Palembang.

"Program nikah massal ini digelarkan, karena banyak terjadinya nikah siri. Setiap digelar pesertanya banyak, bahkam mencapai ratusan," ulasnya.

Banyak faktor yang membuat masyarakat ini memilih untuk menikah siri. Bagi kalangan menengah kebawah biasanya nikah siri dilakukan karena mereka tidak memiliki cukup biaya untuk menikah secara resmi.

Namun, ‎bagi kalangan menengah keatas, nikah siri ini bi‎asanya dilakukan bagi mereka yang hendak melakukan poligami, namun tidak diberikan ijin oleh istri pertamanya.

"Boleh menikah siri, tapi itu dilakukan dalam kondisi mendesak, dan itu harus segera dilakukan secara resmi, dalam waktu singkat," ucapnya.

Saatu ini, DP3APM hanya bisa menghimbau dan mengajak masyarakat untuk menikah secara agama dan negara, karena memang tidak ada sanksi yang menaungi bagi mereka yang melakukan nikah siri tersebut.

‎"Untuk itulah, setiap tahun kita menggelar sosialisasi dan seminar seperti ini, untuk menyadarkan masyarakatlah," tegasnya.[ida]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00