Marak Skimming di Indonesia, Pelakunya Orang-orang Asing

Kriminal  SELASA, 20 MARET 2018 , 11:58:00 WIB

Marak Skimming di Indonesia, Pelakunya Orang-orang Asing
RMOL. Sudah lama nasabah mengeluhkan uang mereka raib dari tabungan. Akan tetapi biasanya isu tersebut langsung reda, karena pihak bank segera mengganti dana yang hilang. Beruntung, bulan lalu para pelaku skimming ini berhasil ditangkap pihak kepolisian. Terungkaplah kejahatan bermodus skimming ATM yang terjadi secara masif di Indonesia itu.

Kota besar, kota kecil, ATM di mal, ATM di SPBU, ATM di hotel, bahkan ATM di kantor cabang bank pun ada yang menjadi korban aksi skimming.

Ketua Harian Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) Yanto Sugiharto mengatakan, kejahatan skimming kartu ATM sebenarnya merupakan kejahatan perbankan yang lawas.

’’Ya tahun 1995-an sudah dimulai,’’ ujarnya seperti diberitakan JPNN, Selasa (20/3).

Sayangnya, hingga saat ini masih ada banyak bank yang menjadi sasaran pelaku kejahatan skimming. Artinya, upaya untuk mencegah aksi kejahatan itu harus terus ditingkatkan.

Dalam aksinya, para pelaku memasang sejumlah perlengkapan di sebuah mesin ATM. Perangkat itu cukup komplek.

Bisa berupaya sejenis kamera kecil yang ditempatkan di penutup atau kanopi tombol angka untuk mengetik PIN.

Kemudian juga ada alat yang ditancapkan di mulut lubang masuknya kartu ATM. Bahkan ada cara lain yakni dengan memasang perangkat pemancar berbasis sinyal.

Dengan banyaknya teknis pemasangan skimming itu, publik wajar bertanya-tanya. Setiap mesin ATM sudah dilengkapi dengan CCTV.

Tetapi kenapa bank tidak bisa mendeteksi adanya perilaku yang mencurigkan. Jika benar-benar CCTV itu terhubung ke bank.

Dia menjelaskan ada beberapa penyebab kejahatan skimming masih terus terjadi sampai saat ini.

Memang benar mesin ATM dilengkapi dengan CCTV. Sehingga bisa memonitor setiap perilaku pelanggan yang masuk. Apakah benar-benar mengambil uang atau malah memang perangkat skimming.

Yanto mengatakan pada praktiknya saat ini tidak semua mesin ATM ada CCTV-nya. Selain itu ada pihak ketiga atau vendor yang berpotensi ikut bermain dalam kejahatan skimming tersebut.

Untuk itu dia berharap Permenkominfo 4/2016 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Informasi (SMPI) bisa segera diterapkan dengan maksimal.

Banyaknya aksi kejahatan skimming terungkap dari hasil penyelidikan Polisi yang sudah menangkap banyak pelaku. Namun, ada pula dokumen investigasi sebuah bank yang mengungkap banyaknya aksi skimming.

Dalam dokumen internal itu, disebutkan adanya banyak titik mesin ATM yang rupanya telah dipasangi skimmer dan tersebar di berbagai kota. Lokasi ATM yang jadi sasaran skimming pun sangat beragam.

Selain di mesin ATM, aksi skimming juga ada yang dilakukan pada mesin electronic data capture (EDC).

Mesin EDC yang terdampak adalah mesin EDC yang ada di agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

Kota-kota tersebut antara lain Malang, Ngawi, Ngawi, Madiun, Solo, Boyolali, Jogjakarta, Karanganyar, Wonogiri, Ungaran dan Demak. [ida]

Komentar Pembaca
Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00