Tokoh Tionghoa Dorong Din Syamsuddin Ikut Pilpres

Politik  SABTU, 17 MARET 2018 , 10:45:00 WIB

Tokoh Tionghoa Dorong Din Syamsuddin Ikut Pilpres

Din Syamsuddin/Net

RMOL. Nama tokoh nasional sekaligus mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin belakangan ikut meramaikan bursa pasangan Capres dan Cawapres pada Pilpres 2019. Din dorong ikut berlaga di ajang Pilpres dari kelompok Islam dan Muhammadiyah.

Pihak yang menyebut Din hanya tokoh Muhammadiyah ternyata tidak hanya menimbulkan kontroversi di kalangan warga Muhammadiyah saja, tapi juga mendapat reaksi dari tokoh Tionghoa Lieus Sungkharisma, teman seperjuangan Din semasa aktif di organisasi kepemudaan (OKP).

Lieus yang merupakan mantan Ketua Umum Generasi Muda Budhhis Indonesia (Gemabudhi) mengatakan, Din  tidaklah seperti yang dianggapkan orang tersebut.

"Saya sudah cukup lama mengenal Bang Din. Sejak sama-sama menjadi aktivis enam OKP," kata dia dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Sabtu (17/3).

Menurut Lieus yang kini menjadi Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), meski Din adalah mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah dan menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah selama dua periode, tapi dia juga seorang aktivis, politisi dan organisatoris yang ulung.

"Bang Din memang seorang cendikiawan muslim dan ulama, tapi dia bukan hanya milik umat Islam. Dia milik seluruh warga bangsa ini," tegasnya.

Sebagai politisi, Din, kata Lieus, punya pengalaman politik sebagai Ketua Litbang lalu Wakil Sekjen DPP Partai Golkar. Din juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi di MPR dan menjadi birokrat dengan jabatan Dirjen Binapenta Depnaker 1998-2000.

Din, tambah Lieus, juga seorang organisatoris yang terampil dan mumpuni. Ini dibuktikan saat Din selama dua periode memimpin organisasi besar Muhammadiyah dan juga menjadi Ketua Umum MUI Pusat. Selain itu, Din pun memprakarsai berdirinya sejumlah lembaga dan organisasi lintas agama, suku, dan profesi seperti Inter Religious Council Indonesia dan Pergerakan Indonesia Maju.

Tidak hanya di dalam negeri, Din juga memiliki posisi di banyak organisasi internasional seperti Asian Conference on Religions for Peace/ACRP yg berkedudukan di Tokyo, Co-President of World Conference of Religions for Peace/WCRP yg berkedudukan di New York, Member od Strategic Vision Russia-Islamic World, Member of Leadership Council of UN Sustainable Development Solution Network, Chairman of World Peace Forum.

"Mungkin dia satu-satunya tokoh agama di Indonesia yang tetap kritis meski pergaulannya dengan berbagai kalangan di dalam dan luar negeri sangat luas. Saya tahu dia sering bertemu dengan para tokoh dunia seperti Paus di Vatikan, PM Jepang, Syaikh Al-Azhar dan berbicara pada forum internasional seperti di PBB, Dewan Gereja Sedunia maupun dalam forum pertemuan Dunia Islam. Tapi itu tak membuatnya lupa untuk memperjuangan umat," ujar Lieus.

"Setahu saya, meski status ketokohannya sudah mendunia, Bang Din tetap merakyat bahkan bersedia menjadi Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu dan menjadi Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela di sebuah dusun di pelosok Pulau Sumbawa," jelasnya menambahkan.

Saat ini, tambah Lieus, sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI dan Presidium Inter Religious Council, Din tetap menjalin hubungan baik dengan semua Ormas Islam dan memiliki hubungan baik pula dengan para tokoh berbagai agama di pusat maupun di daerah-daerah.

"Sepengetahuan saya, dalam setiap keadaan Bang Din selalu diminta masukan dan nasehatnya oleh semua ormas Islam itu. Karena itu saya sangat yakin Bang Din tidak akan pernah melupakan perjuangan umat. Bang Din paham akan posisinya itu," terang Lieus seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (17/3).

Apalagi, tambah Lieus, meski Din seorang ulama, tapi dia juga seorang pemikir yang menguasai banyak hal baik itu politik, ekonomi, hankam dan hubungan internasional. Karena itulah, Din banyak mendapat penghargaan tingkat dunia dari berbagai negara seperti Bintang Derajat Utama dari Kerajaan Jordania, Star Stella d’ Italia dari Pemerintah Italia, Japanese Foreign Minister Recommendation, dan A Lifetime Achievement Award for Leadership in Religion and Culture Development dari World Chinese Economic Summit.[rik]



Komentar Pembaca