Dipanggil Panwas, Zulhas Digantikan Wasekjen Edi Agus

Oleh: Edwinsyah

Politik  SELASA, 13 MARET 2018 , 15:35:00 WIB

Dipanggil Panwas, Zulhas Digantikan Wasekjen Edi Agus

RMOLSUMSEL

RMOL.Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tidak bisa hadir saat hendak diminitai klarifikasi oleh Panwaslu Muara Enim, Selasa (13/3) di kantor Panwaslu terkait dugaan money politic.

"Surat pemanggilan sudah kita sampaikan pada Senin (12/3) kemarin, dan sudah ada tanda terimanya. Namun dari informasi yang kami dapat, dikarenakan kesibukan, maka beliau tidak bisa hadir dan digantikan oleh Wasekjen PAN Edi Agus,” ujar Ketua Panwas Muara Enim, Suprayitnyo, Selasa (13/).

Diterangkan Suprayitno, terlepas bisa atau tidaknya digantikan, klarifikasi tetap akan dilakukan dan keterangan akan tetap kami terima. Nanti datanya tetap akan kami terima, karena memang pak Edi juga berada di lokasi pada saat itu,” tambah Suprayitno.

Pelaksanaan pemeriksaan sendiri, lanjut Suprayitno, akan dilaksanakan besok di Bawaslu Provinsi. Hal ini sesuai permintaan dari Pak Edi yang juga terkendala kesibukan dan jarak.

Kami juga meminta pendampingan dari Bawaslu Provinsi dalam hal ini,” tambahnya lagi.

Selain Ketum PAN Zulkifli Hasan, hari ini Panwaslu juga memintai keterangan klarifikasi kepada Calon Bupati Nomor urut I Syamsul Bahri, Ardhani Zuhri wartawan Sriwijaya Post yang melakukan pengambilan video.

"Tadi kita meminta klarifikasi dari Pak Syamsul Bahri yang didampingi pengacaranya Raisan SH. Kita menanyakan seputar kegiatan yang berlangsung hari itu. Dan alasan keberadaan pak Syamsul pada hari itu di lokasi,” terangnya.

Selain Syamsul Bahri, lanjut Suprayitno, pihaknya juga meminta kliarifikasi kepada wartawan Sriwijaya Post Ardhani Zuhri mengenai video yang diambilnya.

Hasil dari seluruh data yang didapat, lanjut Suprayitno, alan digabungkan dan dikaji apakah nanti dari kesimpulan masuk dalam pelanggaran atau tidak.

"Secara resmi kami juga meminta pendampingan dari Bawaslu mengenai hal ini. Dan nanti bila ada hasil selanjutnya akan kami rekomendasikan untuk ditindak lanjuti,” tukasnya.

Sesuai aturan, lanjutnya lagi, dari temuan sampai keluar putusan adalah lima hari. jadi kami targetkan Rabu (14/3) sore atau paling lambat Kamis (15/3) sudah ada hasil,” pungkasnya, seraya menambahka remondasi nanti tergantung sari hasil pemeriksaan apakah merupakan pelanggaran kode etik, pelanggaran hukum dan lain lain.

Sementara itu, Syamsul Bahri melalui kuasa hukumnya Riasan SH mengatakan, dimintai klarifikasi mengenai alasan keberadaan dirinya pada saat video diambil.

"Klien saya mengatakan, keberadaan dirinya disana pada saat itu adalah sebagai undangan dari Syafari Kebangsaan yang digelar oleh Partai Amanat Nasionl. Itu saja,” terangnya singkat.

Selain itu, pihaknya juga berterima kasih kepada Panwas dengan adanya klarifikasi.

Agar jelas dan terang benderang mengenai maslah ini,” pungkasnya.

Sedangkan Wartawan Sriwijaya Post, Ardhani Zuhri saat ditanyai prihal klarifikasi yang diminta Panwaslu mengatakan, hanya sebatas kronologis kegiatan pada hari pengambilan video oleh dirinya.[sri]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 13:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00