Aliansi Pemuda: Pemberhentian Sulut Kegaduhan Pilkada

Oleh:Sri Prades

Politik  SELASA, 13 MARET 2018 , 14:22:00 WIB

Aliansi Pemuda: Pemberhentian Sulut Kegaduhan Pilkada

RMOLSUMSEL

RMOL. Aliansi Mahasiswa Pemuda Lubuklingau (Ampel) mempertanyakan dasar pemberhentian Kasek Panwaslu Lubuklinggau kepada Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan yang dimediasi oleh Kapolres Lubuklinggau, Sunandar di ruangan Mapolres Lubuklinggau, Selasa (13/3).

Putra perwakilan aliansi mengaku kecewa karena Kasek Bawaslu Sumsel, Iriadi tidak mau hadir dalam mediasi tersebut padahal pihak Polres telah menjanjikan akan menghadirkan Iriadi.

Iriadi tidak mau hadir dengan alasan sakit padahal sedang berada di Kota Lubuklinggau .

Mahasiswa yang awlanya akan berunjukrasa ini akhirnya menuruti keinginan Polres untuk langsung mediasi.

Dalam mediasi ini mahasiswa dan pemuda meminta agar Bawaslu dalam hal ini Kepala kesekretariatan yang tengah berada di Kota Lubuklinggau mengklarifikasi alasan pemberhentian Kasek Lubuklinggau.

"Kita minta penjelasan kenapa dipecat karena pemecatan ini menganggu proses Pilkada Lubuklinggau,dan menyulut kegaduhan,"pintanya.

Ketua Bawaslu Sumsel Junaidi menjawab, bahwa Iriadi tidak bisa hadir dalam mediasi karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk hadir.

"Pak Iriadi datang ke Linggau hanya untuk mencairkan uang untuk gaji di enam daerah, setelah itu mungkin pulang ke Palembang," kilahnya.

Soal pemberhentian Kasek Panwaslu Lubuklinggau, Junaidi menjelaskan bahwa adanya persoalan di internal antara tiga komisioner dengan Kasek sejak pembentukan  Panwascam sampai ke pengangkatan Kasek Kecamatan.

"Pengangkatan dan Pemberhentian Kasek kota/kabupaten itu hak Kasek Provinsi kapanpun dia bisa memberhentikan, pagi dia diangkat sore diberhentikan bisa, itu wewenang Provinsi karena daerah masih adhock sementara semua bulan enam habis  semua mereka itu,"tegasnya.

Selanjutnya, kata Junaidi,pengangkatan dan pemberhentian Kasek wewenang Kasek Provinsi tidak melalui prosedur dan mekanisme serta pemilihan/rekomendasi artinya pengangkatan dan pemberhentian bisa kapan saja dilakukan sepenuhnya Kasek Provinsi (tanpa aturan perundang undangan).

Dengan demikian, pengangkatan dan pemberhentian Kasek Panwaslu Kota/kabupaten bisa dikakukan tanpa ada aturan yang mengikat baik Perbawaslu maupun undang-undang sekalipun.

"Kapan saja Kasek Provinsi mau mengangkat dan memberhentikan bisa, dan perlu kami jelaskan juga bahwa permasalahan di Lubuklinggau ini karena adanya disharmonisasi antara Kasek dengan komisioner dan kami telah memberikan pembinaan bahkan ketiga komisioner sudah mau saya pecat waktu itu tapi mereka nangis-nangis minta jangan dipecat,"pungkasnya. [sri]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 13:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00